CILACAP – Sebanyak 33 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti Probation Officer Camp (POC) 2026 yang digelar di Pangkalan Kopassus Daun Lumbung, Cilacap. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas, karakter, dan profesionalisme Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan yang semakin adaptif dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, hadir bersama para peserta dalam kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso. Turut hadir Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, serta Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Pujo Harinto, Bc.IP., S.Sos., M.Si.
Hari pertama Probation Officer Camp diisi dengan registrasi peserta, seremoni pembukaan, sesi penguatan peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan, hingga malam keakraban yang menjadi sarana mempererat solidaritas antarpeserta. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk Pembimbing Kemasyarakatan yang adaptif, humanis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pelaksanaan tugas di tengah dinamika perkembangan hukum nasional.
Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, mengatakan bahwa Probation Officer Camp bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai pengabdian seorang Pembimbing Kemasyarakatan.
"Pembimbing Kemasyarakatan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga integritas, empati, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Melalui Probation Officer Camp ini, kami ingin membentuk insan Pemasyarakatan yang tangguh, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan pelayanan yang profesional dan humanis bagi masyarakat," ujar Unggul.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar bersama di lingkungan Nusakambangan menjadi bekal penting bagi para Pembimbing Kemasyarakatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pembimbingan, pendampingan, penelitian kemasyarakatan, dan pengawasan klien secara optimal.
"Semangat 'Belajar dari Nusakambangan, Mengabdi untuk Indonesia' harus menjadi energi bagi setiap Pembimbing Kemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Kami berharap seluruh peserta kembali ke satuan kerja dengan semangat baru, wawasan yang lebih luas, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambahnya.
Probation Officer Camp 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak Pembimbing Kemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sehingga mampu mendukung implementasi kebijakan pemasyarakatan yang modern, berkeadilan, serta berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.





.jpeg)
.jpeg)




.png)








