Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Tuesday, July 28, 2026

Bapas Surakarta Gandeng Yayasan Setya Karya Karanganyar, Perluas Pembinaan Kemandirian Klien Melalui Pelatihan Mekanik

 


 



SURAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat program pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Sosialisasi Pendidikan dan Pelatihan Dasar Mekanik bagi Klien Pemasyarakatan sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bapas Kelas I Surakarta dan Yayasan Setya Karya Karanganyar pada Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Surakarta ini dihadiri Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widyo Saputro beserta jajaran, Pembina Yayasan Setya Karya Karanganyar Sutimin, Kepala SMK Karya Teknik Sunaryo, tenaga pengajar Christiyono Tri Nugroho, Djoko Hastanto, serta seluruh pegawai Bapas Kelas I Surakarta.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembimbingan terhadap klien melalui penyediaan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Pembimbingan tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga harus mampu membekali klien dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani proses pembimbingan. Sinergi dengan Yayasan Setya Karya Karanganyar menjadi salah satu upaya nyata dalam mewujudkan tujuan tersebut,"

ujar Unggul.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dasar mekanik bagi Klien Pemasyarakatan. Materi sosialisasi memberikan pemahaman kepada para Pembimbing Kemasyarakatan mengenai tata cara seleksi dan penyaluran klien yang memiliki minat serta bakat di bidang mekanik agar dapat mengikuti program pelatihan secara optimal.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bapas Kelas I Surakarta dan Yayasan Setya Karya Karanganyar sebagai dasar pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan pelatihan vokasional yang mampu meningkatkan kompetensi klien sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha setelah menyelesaikan masa pembimbingan.

Pembina Yayasan Setya Karya Karanganyar, Sutimin, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Bapas Kelas I Surakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.

"Kami siap mendukung program pembimbingan melalui pelatihan mekanik yang aplikatif. Harapannya, para peserta memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri sehingga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat," ungkap Sutimin.

Melalui kemitraan ini, Bapas Kelas I Surakarta berharap semakin banyak Klien Pemasyarakatan memperoleh akses terhadap pendidikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat reintegrasi sosial, mengurangi risiko pengulangan tindak pidana, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Sunday, July 26, 2026

Raih Arjuna Awards 2026, Bapas Surakarta Tegaskan Komitmen Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

 




Surakarta – Komitmen Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel kembali memperoleh pengakuan. Bapas Surakarta berhasil meraih Penghargaan Akurasi Deviasi Halaman III DIPA Kategori Pagu Sedang pada ajang Arjuna Awards 2026, yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta, Kamis (23/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran secara optimal, akurat, dan akuntabel. Kegiatan diikuti oleh berbagai satuan kerja mitra KPPN Surakarta secara luring maupun daring.

Kepala KPPN Surakarta, Eko Budiyanto, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas capaian pengelolaan keuangan seluruh satuan kerja di wilayah kerjanya. Menurutnya, realisasi anggaran pada Semester I Tahun 2026 mencatatkan hasil terbaik dalam tujuh tahun terakhir.

"Realisasi anggaran satker di lingkup kerja KPPN Surakarta pada Semester I Tahun 2026 merupakan yang tertinggi pada periode yang sama dalam tujuh tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas pengelolaan keuangan, terutama dengan semakin teratasinya berbagai permasalahan yang lazim terjadi pada awal tahun anggaran," ujar Eko.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andi Prasetya. Ia menegaskan bahwa transparansi dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan negara.

"Proses perencanaan merupakan titik awal dalam pengelolaan keuangan negara. Karena itu, kolaborasi antara satuan kerja, KPPN, DJPb, hingga pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar akuntabilitas dapat terbangun dan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Bayu.

Selain agenda evaluasi dan pemberian penghargaan, Arjuna Awards 2026 juga menghadirkan pameran produk UMKM binaan KPPN Surakarta. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, turut mengunjungi stan pameran sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Pada puncak acara, Bapas Kelas I Surakarta diumumkan sebagai penerima Penghargaan Akurasi Deviasi Halaman III DIPA Kategori Pagu Sedang. Penghargaan tersebut menjadi refleksi atas konsistensi Bapas Surakarta dalam mengelola anggaran negara secara tertib, tepat sasaran, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Usai menerima penghargaan, Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran, khususnya tim pengelola keuangan, yang telah bekerja secara profesional sepanjang Semester I Tahun 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran.

"Penghargaan ini tentu patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita terlena. Komitmen menjaga akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2026 maupun pada tahun-tahun mendatang harus terus menjadi prioritas," tegas Unggul.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan negara yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, Bapas Surakarta akan terus memperkuat tata kelola organisasi melalui pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal.

Wednesday, July 22, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Mekanisme Registrasi Klien Pemasyarakatan dan Litmas untuk Perkuat Standarisasi Layanan Pemasyarakatan



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-208.UM.01.01 Tahun 2026 tentang Mekanisme Registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/7) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta beserta jajaran pejabat struktural, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), petugas registrasi, dan seluruh Pembimbing Kemasyarakatan sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap implementasi mekanisme kerja terbaru di lingkungan Pemasyarakatan.

Sosialisasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan dipimpin langsung oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Ceno Hersusetiokartikokasih. Dalam kesempatan tersebut, Ceno menyampaikan secara komprehensif substansi Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-208.UM.01.01 Tahun 2026 yang menjadi pedoman teknis dalam pelaksanaan registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) di seluruh Balai Pemasyarakatan di Indonesia.

Materi sosialisasi mencakup mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan, penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), tata cara penerimaan dan pengakhiran status klien, pelimpahan pembimbingan antarwilayah, koordinasi antar-Balai Pemasyarakatan, hingga mekanisme monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Keseluruhan materi tersebut diarahkan untuk mewujudkan keseragaman pelaksanaan tugas, tertib administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan aparat penegak hukum.

Dalam paparannya, Ceno Hersusetiokartikokasih menegaskan bahwa Surat Edaran ini merupakan instrumen penting dalam menyatukan standar kerja seluruh Bapas agar pelaksanaan registrasi dan pembimbingan klien berlangsung secara akuntabel dan profesional.

"Surat Edaran ini menjadi pedoman bagi seluruh Balai Pemasyarakatan agar mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan dilaksanakan secara seragam, tertib administrasi, serta didukung koordinasi yang efektif. Dengan standar yang sama, kualitas layanan Pemasyarakatan akan semakin optimal dan memberikan kepastian dalam setiap tahapan pembimbingan klien," ujar Ceno Hersusetiokartikokasih.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta beserta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan terkait implementasi teknis di lapangan turut dibahas sebagai bentuk penyamaan persepsi dalam penerapan kebijakan terbaru.

Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk mengimplementasikan mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan sesuai ketentuan yang berlaku. Penerapan pedoman tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan Pemasyarakatan yang semakin profesional, responsif, akuntabel, serta memberikan kepastian administrasi dalam setiap proses pembimbingan dan pengawasan klien.

Tuesday, July 21, 2026

Perkuat Tata Kelola yang Akuntabel, Bapas Surakarta Ikuti Penguatan Pengawasan Intern oleh Inspektur Jenderal Kemenimipas

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Penguatan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai "Pengawasan Intern yang Profesional, Responsif, dan Akuntabel" pada Senin (20/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan internal sebagai fondasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro, Tim Pengamanan Internal (Patnal), Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Kepala Subbagian Tata Usaha, serta Kepala Urusan Umum.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa pengawasan intern harus mampu bertransformasi menjadi sistem yang adaptif terhadap dinamika organisasi, terintegrasi dalam setiap proses kerja, berbasis risiko, dan berorientasi pada hasil. Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan akuntabel.

Selain penguatan sistem pengawasan, peserta juga mendapatkan penekanan mengenai pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, manipulasi layanan, hingga potensi pelanggaran integritas lainnya. Seluruh jajaran diharapkan senantiasa menjunjung tinggi kepatuhan terhadap peraturan serta menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan intern merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pengawasan intern yang kuat bukan hanya menjadi instrumen pengendalian, tetapi juga budaya kerja yang harus diterapkan oleh seluruh pegawai. Melalui penguatan ini, kami berkomitmen terus meningkatkan integritas, mencegah terjadinya penyimpangan, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Unggul.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penguatan sistem pengawasan intern, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bapas Surakarta Ikuti Peringatan Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak Anak Binaan


Suraka


rta
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 secara daring pada Senin (21/7). Kegiatan yang dipusatkan di LPKA Kelas I Tangerang tersebut mengusung tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan" sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak serta perlindungan bagi anak yang sedang menjalani proses pembinaan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro beserta jajaran mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB. Acara dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang bersama-sama menyampaikan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pembinaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Melalui tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan anak binaan untuk mendengarkan aspirasi, harapan, serta memperkuat motivasi mereka dalam menjalani proses pembinaan. Selain itu, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta pemberian layanan pembinaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam pembinaan anak.

"Anak binaan tetap memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, pembinaan, dan kesempatan memperbaiki masa depan. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami berkomitmen mendukung terwujudnya pembinaan yang ramah anak, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif," ujar Unggul.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan hak anak, sekaligus membangun optimisme bagi anak binaan agar mampu meraih masa depan yang lebih cerah setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

Monday, July 20, 2026

Bapas Surakarta Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Perundungan melalui Program Bapas Goes to School di SMP Warga Surakarta

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan perlindungan anak melalui program Bapas Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Warga Surakarta, Senin (20/7), dengan mengusung tema "Toleran dengan Beriman" dan "Happy Tanpa Bully".

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Warga Surakarta pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh 75 peserta didik baru. Selain memberikan pembekalan karakter kepada para siswa, kegiatan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Sutomo selaku Ketua Tim Bapas Goes to School SMP Warga Surakarta didampingi oleh PK Muda Andrina, PK Pertama Didik Budi, PK Pertama Galuh Ika, PK Pertama Fadli, serta Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas), Aldo Satria.

Dalam penyampaiannya, Sutomo menekankan bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini. Menurutnya, membangun budaya saling menghargai, toleransi, dan kepedulian antarsesama akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Melalui program Bapas Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para peserta didik bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sikap toleransi, empati, dan saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi masalah," ujar Sutomo.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Bapas di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan anak sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembimbingan klien, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah preventif melalui penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan selama kegiatan mengajak para peserta didik untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat dengan teman sebaya, serta berani menolak dan melaporkan tindakan perundungan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis maupun hukum dari perilaku bullying, sehingga diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang positif.

Sunday, July 19, 2026

Bapas Surakarta dan SMAN 5 Surakarta Perkuat Komitmen Cegah Bullying Melalui MPLS

 



Surakarta – Sebanyak 360 peserta didik baru SMA Negeri 5 Surakarta mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta budaya saling menghargai dalam kehidupan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik mengenai pencegahan perundungan (bullying), penguatan karakter, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak (BKA), Septanto Edy Nugroho, bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan.

Kasubsi Bimker BKA Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat yang harus mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

"Bullying bukan sekadar candaan yang berlebihan, tetapi dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Melalui kegiatan MPLS ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh peserta didik bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima. Mari bersama membangun budaya saling menghormati, merangkul perbedaan, dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan," ujar Septanto.

Kehadiran Bapas Surakarta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Koordinator MPLS SMA Negeri 5 Surakarta, Bayu, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam memberikan pembekalan kepada peserta didik baru.

"Kami menyambut baik kehadiran Bapas Surakarta dalam MPLS tahun ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini, terutama dalam membangun karakter, empati, dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah," ungkap Bayu.

Melalui kolaborasi antara SMA Negeri 5 Surakarta dan Bapas Kelas I Surakarta, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama. Sebab, menjadi pribadi yang keren bukanlah dengan merendahkan orang lain, melainkan dengan saling mendukung, menghargai perbedaan, dan bertumbuh bersama untuk meraih prestasi.