Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Tuesday, July 21, 2026

Perkuat Tata Kelola yang Akuntabel, Bapas Surakarta Ikuti Penguatan Pengawasan Intern oleh Inspektur Jenderal Kemenimipas

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Penguatan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai "Pengawasan Intern yang Profesional, Responsif, dan Akuntabel" pada Senin (20/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan internal sebagai fondasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro, Tim Pengamanan Internal (Patnal), Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Kepala Subbagian Tata Usaha, serta Kepala Urusan Umum.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa pengawasan intern harus mampu bertransformasi menjadi sistem yang adaptif terhadap dinamika organisasi, terintegrasi dalam setiap proses kerja, berbasis risiko, dan berorientasi pada hasil. Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan akuntabel.

Selain penguatan sistem pengawasan, peserta juga mendapatkan penekanan mengenai pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, manipulasi layanan, hingga potensi pelanggaran integritas lainnya. Seluruh jajaran diharapkan senantiasa menjunjung tinggi kepatuhan terhadap peraturan serta menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan intern merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pengawasan intern yang kuat bukan hanya menjadi instrumen pengendalian, tetapi juga budaya kerja yang harus diterapkan oleh seluruh pegawai. Melalui penguatan ini, kami berkomitmen terus meningkatkan integritas, mencegah terjadinya penyimpangan, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Unggul.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penguatan sistem pengawasan intern, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bapas Surakarta Ikuti Peringatan Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak Anak Binaan


Suraka


rta
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 secara daring pada Senin (21/7). Kegiatan yang dipusatkan di LPKA Kelas I Tangerang tersebut mengusung tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan" sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak serta perlindungan bagi anak yang sedang menjalani proses pembinaan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro beserta jajaran mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB. Acara dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang bersama-sama menyampaikan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pembinaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Melalui tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan anak binaan untuk mendengarkan aspirasi, harapan, serta memperkuat motivasi mereka dalam menjalani proses pembinaan. Selain itu, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta pemberian layanan pembinaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam pembinaan anak.

"Anak binaan tetap memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, pembinaan, dan kesempatan memperbaiki masa depan. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami berkomitmen mendukung terwujudnya pembinaan yang ramah anak, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif," ujar Unggul.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan hak anak, sekaligus membangun optimisme bagi anak binaan agar mampu meraih masa depan yang lebih cerah setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

Monday, July 20, 2026

Bapas Surakarta Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Perundungan melalui Program Bapas Goes to School di SMP Warga Surakarta

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan perlindungan anak melalui program Bapas Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Warga Surakarta, Senin (20/7), dengan mengusung tema "Toleran dengan Beriman" dan "Happy Tanpa Bully".

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Warga Surakarta pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh 75 peserta didik baru. Selain memberikan pembekalan karakter kepada para siswa, kegiatan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Sutomo selaku Ketua Tim Bapas Goes to School SMP Warga Surakarta didampingi oleh PK Muda Andrina, PK Pertama Didik Budi, PK Pertama Galuh Ika, PK Pertama Fadli, serta Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas), Aldo Satria.

Dalam penyampaiannya, Sutomo menekankan bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini. Menurutnya, membangun budaya saling menghargai, toleransi, dan kepedulian antarsesama akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Melalui program Bapas Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para peserta didik bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sikap toleransi, empati, dan saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi masalah," ujar Sutomo.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Bapas di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan anak sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembimbingan klien, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah preventif melalui penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan selama kegiatan mengajak para peserta didik untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat dengan teman sebaya, serta berani menolak dan melaporkan tindakan perundungan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis maupun hukum dari perilaku bullying, sehingga diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang positif.

Sunday, July 19, 2026

Bapas Surakarta dan SMAN 5 Surakarta Perkuat Komitmen Cegah Bullying Melalui MPLS

 



Surakarta – Sebanyak 360 peserta didik baru SMA Negeri 5 Surakarta mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta budaya saling menghargai dalam kehidupan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik mengenai pencegahan perundungan (bullying), penguatan karakter, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak (BKA), Septanto Edy Nugroho, bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan.

Kasubsi Bimker BKA Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat yang harus mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

"Bullying bukan sekadar candaan yang berlebihan, tetapi dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Melalui kegiatan MPLS ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh peserta didik bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima. Mari bersama membangun budaya saling menghormati, merangkul perbedaan, dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan," ujar Septanto.

Kehadiran Bapas Surakarta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Koordinator MPLS SMA Negeri 5 Surakarta, Bayu, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam memberikan pembekalan kepada peserta didik baru.

"Kami menyambut baik kehadiran Bapas Surakarta dalam MPLS tahun ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini, terutama dalam membangun karakter, empati, dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah," ungkap Bayu.

Melalui kolaborasi antara SMA Negeri 5 Surakarta dan Bapas Kelas I Surakarta, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama. Sebab, menjadi pribadi yang keren bukanlah dengan merendahkan orang lain, melainkan dengan saling mendukung, menghargai perbedaan, dan bertumbuh bersama untuk meraih prestasi.

 

Sunday, July 12, 2026

*Kabapas Surakarta Ikuti Run Walk Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Jawa Tengah*





*Surakarta* – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, bersama perwakilan anggota Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) Bapas Surakarta mengikuti kegiatan *Run Walk* dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Stadion Manahan Surakarta, Minggu (12/07). Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai instansi, organisasi, serta insan koperasi di Jawa Tengah.


Mengusung tema *"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya"*, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan gaya hidup sehat, sekaligus mempererat sinergi antaranggota koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Di sela kegiatan, Kabapas Surakarta, *Unggul Widiyo Saputro*, menyampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong.


"Melalui tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya', kita diharapkan terus memperkuat peran koperasi agar semakin profesional, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya. Koperasi yang sehat dan berkembang akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendukung kemajuan Indonesia," ujar Unggul.


Partisipasi KKPRI Bapas Surakarta dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung pengembangan gerakan koperasi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mempererat solidaritas antaranggota dalam mewujudkan koperasi yang semakin maju dan berdaya saing.

Wednesday, July 8, 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Bapas Surakarta Ikuti Asistensi Kehumasan Pemasyarakatan Jawa Tengah




Semarang
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Asistensi Kehumasan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah di Aula Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Selasa (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan guna mendukung penyampaian informasi publik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Kadiyono. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesamaan persepsi terkait tugas dan fungsi kehumasan di lingkungan Pemasyarakatan agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipublikasikan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Selain itu, Kadiyono juga mengajak seluruh insan humas Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi terbaik selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada organisasi dan masyarakat. Menurutnya, humas memiliki peran strategis sebagai wajah institusi dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemasyarakatan.

Pada sesi materi, Tim Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memaparkan berbagai strategi penyusunan rencana pemberitaan dan publikasi bulanan agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Peserta juga mendapatkan penguatan terkait teknik penyusunan narasi positif melalui publikasi capaian kinerja sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat citra positif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kehumasan melalui perencanaan publikasi yang sistematis, peningkatan mutu pemberitaan, serta penguatan kompetensi petugas humas. Melalui langkah tersebut, diharapkan informasi mengenai layanan dan capaian kinerja Pemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Monday, July 6, 2026

Outing Class di Pantai Parangtritis, Bapas Surakarta dan YLBI Perkuat Pembinaan Karakter Anak Binaan

 

Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat upaya pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui berbagai program kolaboratif dengan mitra masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Outing Class yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) selaku mitra Griya Abhipraya Bapas Surakarta di kawasan Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Balai Kemasyarakatan dan Anak (BKA) Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, bersama Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Danang Dwi Hariyadi. Kehadiran Bapas Surakarta merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan berbasis masyarakat yang selama ini dijalankan YLBI dalam mendampingi anak binaan dan klien pemasyarakatan.

YLBI sendiri telah menjalin kerja sama dengan Bapas Kelas I Surakarta selama lebih dari lima tahun dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan, rehabilitasi sosial, serta reintegrasi bagi klien pemasyarakatan, khususnya anak. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan, pembinaan, dan pencegahan pengulangan tindak pidana.

Kegiatan Outing Class turut dihadiri oleh Pimpinan YLBI Sunardi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sragen Pamungkas, perwakilan Puskesmas Tanon I dan Tanon II, Kanit Intelkam/Narkoba Polsek Tanon, serta Pemerintah Desa Tanon. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak 22 anak binaan YLBI mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjadi klien Bapas Kelas I Surakarta, baik yang masih berada dalam proses peradilan maupun yang sedang menjalani program pembinaan di YLBI.

Melalui konsep pembelajaran di luar kelas, para peserta memperoleh pengalaman edukatif yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan sosial, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat karakter positif. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dirancang untuk menumbuhkan motivasi anak dalam merencanakan masa depan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan produktif.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan lingkungan sosial dan pengalaman langsung di lapangan menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung proses perubahan perilaku anak. Menurutnya, kegiatan seperti Outing Class mampu memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri secara positif.

“Pembinaan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan formal. Diperlukan pengalaman belajar yang menyenangkan, edukatif, dan mampu membangun karakter. Melalui sinergi bersama YLBI dan para pemangku kepentingan, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Bapas Kelas I Surakarta akan terus memperkuat kerja sama dengan YLBI selaku Griya Abhipraya dan berbagai pihak terkait guna mengoptimalkan program pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Selain itu, Pembimbing Kemasyarakatan akan terus melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan proses pembinaan sekaligus mencegah terjadinya residivisme.

Kegiatan Outing Class ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.