SURAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dan silaturahmi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta.
Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026. Bapas Kelas I Surakarta diwakili oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Balai Kerja Dewasa (BKD), Dian Wilis Pratiwi, bersama Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Balai Kerja Anak (BKA), Septanto Edy Nugroho.
Kedatangan jajaran Bapas Surakarta diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta, Wahyu Kristina. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antarinstansi.
Dalam kesempatan tersebut, Bapas Surakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Dispangtan Kota Surakarta, khususnya dalam mendukung program pembimbingan kemandirian Klien Pemasyarakatan melalui bantuan bibit jagung yang telah ditanam dan dikembangkan di Green Farm Bapas Kelas I Surakarta.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja BKD Bapas Surakarta, Dian Wilis Pratiwi, menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam keberhasilan program pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari Dispangtan Kota Surakarta. Bantuan bibit jagung ini bukan sekadar bentuk dukungan terhadap program pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Klien Pemasyarakatan agar memiliki bekal kemandirian ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, tanaman jagung tersebut telah memasuki masa panen. Bapas Surakarta berencana melaksanakan kegiatan panen pada pekan berikutnya di Green Farm Bapas Kelas I Surakarta.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat hubungan kelembagaan, Bapas Surakarta turut mengundang jajaran Dispangtan Kota Surakarta untuk hadir dalam kegiatan panen tersebut.
Dian menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menciptakan program pembimbingan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Klien Pemasyarakatan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang ke depan. Bapas tidak dapat bekerja sendiri dalam mempersiapkan Klien Pemasyarakatan agar mampu kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. Dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan proses reintegrasi sosial yang optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Surakarta, Wahyu Kristina, menyambut baik upaya kolaborasi yang dibangun bersama Bapas Surakarta. Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pengembangan keterampilan dan peningkatan produktivitas masyarakat, termasuk bagi Klien Pemasyarakatan.
Melalui sinergi dengan berbagai stakeholder, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembimbingan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Dispangtan Kota Surakarta diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian Klien Pemasyarakatan sebagai bekal untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.






.jpeg)

.jpg)





