SEMARANG – Bapas Kelas I Surakarta melaksanakan kunjungan koordinasi ke Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang pada Rabu (14/10/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta beserta jajaran sebagai langkah penjajakan kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan vokasi bersertifikat bagi klien pemasyarakatan. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menggali peluang kolaborasi sekaligus mempelajari mekanisme penyelenggaraan pelatihan vokasi yang dapat diterapkan guna mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian klien Bapas.
Kedatangan rombongan Bapas Kelas I Surakarta disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, Ibu Susilowati. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dengan pembahasan yang berfokus pada peluang pengembangan program pembimbingan kemandirian melalui pelatihan vokasi yang dilengkapi sertifikat kompetensi. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapas Kelas I Surakarta menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, yaitu untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pelatihan vokasi bersertifikat serta menjajaki kemungkinan penerapan mekanisme serupa bagi klien pemasyarakatan yang berada dalam pembimbingan Bapas.
Pembahasan secara khusus mencakup mekanisme penerbitan sertifikat bagi warga binaan yang telah mengikuti pelatihan vokasi, persyaratan yang harus dipenuhi, serta tahapan yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraannya. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Bapas Kelas I Surakarta untuk mengkaji kemungkinan penyesuaian mekanisme pelatihan vokasi bersertifikat sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik klien pemasyarakatan yang menjalani program pembimbingan.
Pelatihan vokasi bersertifikat dipandang sebagai salah satu upaya untuk membekali klien dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Dengan adanya keterampilan yang terarah dan pengakuan melalui sertifikat, klien diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Oleh karena itu, penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembimbingan kemandirian sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Melalui koordinasi ini, Bapas Kelas I Surakarta berupaya membangun sinergi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang dalam mengembangkan program pembimbingan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kesiapan klien untuk kembali berintegrasi ke masyarakat. Hasil pembahasan selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan dan ditindaklanjuti melalui pengkajian mekanisme pelatihan vokasi bersertifikat serta penyusunan rencana kolaborasi yang memungkinkan untuk dilaksanakan.
Diharapkan, penjajakan kerja sama ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program pembimbingan kemandirian yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas tidak hanya berfokus pada pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan serta kemandirian klien sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang produktif setelah kembali ke masyarakat.
















