Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Wednesday, May 20, 2026

Semangat Harkitnas 2026 Menggema di Bapas Surakarta, Perkuat Pengabdian dan Kepedulian terhadap Generasi Bangsa




Surakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta melaksanakan upacara peringatan yang berlangsung khidmat di halaman kantor Bapas Surakarta pada Rabu pagi (20/05). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta peserta magang dengan penuh semangat nasionalisme dan rasa tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Bapas Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan amanat pimpinan yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebangkitan nasional di tengah perkembangan zaman dan tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi refleksi bersama akan pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala Bapas Surakarta juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan. Menurutnya, kebangkitan bangsa dapat dimulai dari lingkungan kerja yang solid, penuh integritas, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, amanat pembina upacara, serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan sikap disiplin dan penuh khidmat, mencerminkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai Bapas Surakarta untuk memperkuat nilai pengabdian, menumbuhkan semangat kerja yang produktif, serta meningkatkan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Dengan semangat Harkitnas, Bapas Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan nasional.

Monday, May 18, 2026

Bapas Surakarta Gelar Penilaian Paparan Inovasi Program Pemagangan Batch II

 



Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan Penilaian Paparan Inovasi Program Pemagangan Batch II pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi tindak lanjut atas Surat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Organisasi, dan Ketatalaksanaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK.2-UM.01.01-183 tanggal 11 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Ketentuan Inovasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta magang untuk mempresentasikan berbagai gagasan dan inovasi yang kreatif, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi. Melalui paparan inovasi ini, peserta magang didorong untuk menghadirkan ide-ide solutif yang mampu mendukung transformasi birokrasi dan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa program pemagangan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta magang mampu mengembangkan kreativitas dan kompetensinya sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Unggul.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan adaptif guna mendukung transformasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Tuesday, May 12, 2026

Bapas Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Penilaian Inovasi Peserta Magang

 



 

Surakarta; Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar Rapat Koordinasi Penilaian Inovasi Peserta Magang pada Selasa (12/5/2026) bertempat di Ruang Kepala Bapas Surakarta. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh Pejabat Struktural Eselon 4 dan para PK Madya Bapas Surakarta.

 

Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Organisasi, dan Ketatalaksanaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK.2-UM.01.01-183 tanggal 11 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Ketentuan Inovasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas mekanisme penilaian inovasi peserta magang sekaligus memperkuat pelaksanaan program pemagangan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun instansi. Melalui kegiatan ini, Bapas Surakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.

 

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan pentingnya sinergi dan objektivitas dalam proses penilaian inovasi peserta magang sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Thursday, May 7, 2026

Bapas Surakarta Teguhkan Komitmen Bersih dari Halinar Melalui Apel Ikrar Bersama




Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan Apel Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (Halinar), Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut digelar sebagai tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 tanggal 6 Mei 2026 tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Apel diikuti seluruh jajaran pegawai Bapas Surakarta sebagai bentuk penguatan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencederai marwah institusi pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, dalam amanatnya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran di lingkungan kerja.

“Komitmen bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari kedisiplinan dan integritas setiap petugas. Mari bersama menjaga marwah institusi pemasyarakatan dengan bekerja secara profesional, akuntabel, dan penuh tanggung jawab,” tegas Unggul.

Melalui pelaksanaan apel ikrar bersama ini, Bapas Surakarta menegaskan dukungan penuh terhadap program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan terpercaya. Diharapkan, semangat pemberantasan Halinar dapat terus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran pemasyarakatan.

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan untuk Perkuat Tata Kelola Administrasi

 




Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Mekanisme Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan secara virtual pada Kamis (07/05/2026) bertempat di Aula Bapas Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran petugas Bapas Surakarta sebagai upaya memperkuat tata kelola administrasi registrasi klien pemasyarakatan yang tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Atiek Meikhurniawati selaku Kasubdit Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan. Dalam paparannya, Atiek menyampaikan materi terkait administrasi Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan yang telah ditetapkan pada 30 Desember 2025 sebagai pedoman pelaksanaan administrasi di lingkungan Balai Pemasyarakatan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perkembangan pelaksanaan pencatatan klien pemasyarakatan sekaligus bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan administrasi. Melalui sosialisasi tersebut, seluruh petugas diharapkan memiliki pemahaman yang seragam terkait mekanisme registrasi dan pengelolaan administrasi klien secara sistematis dan terstandarisasi.

Dalam pemaparan materi juga dijelaskan bahwa penyusunan buku registrasi akan disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja (Orta) Bapas ke depan guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain itu, Subsi Registrasi memiliki peran strategis dalam pengelolaan dan penyimpanan seluruh dokumen arsip milik Pembimbing Kemasyarakatan (PK), termasuk penyediaan buku peminjaman arsip sebagai sarana pengendalian dan pengawasan administrasi.

Keikutsertaan Bapas Surakarta dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya standar registrasi yang terintegrasi dan tertib administrasi, diharapkan pelaksanaan registrasi klien pemasyarakatan di Bapas Surakarta dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan.

Wednesday, May 6, 2026

Regenerasi Kepengurusan KKPRI Bapas Surakarta, Perkuat Profesionalisme dan Tata Kelola Modern

 



Surakarta — Komitmen penguatan tata kelola organisasi terus diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melalui proses regenerasi kepengurusan Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) Bapas Surakarta. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro selaku Pembina KKPRI, menyaksikan langsung prosesi serah terima kepengurusan dari pengurus lama di bawah kepemimpinan Ketua Teguh Tri Hatmanto kepada pengurus baru yang dipimpin oleh Ketua Septanto Edy Nugroho pada Senin (04/05).

Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut menjadi momentum strategis dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat fondasi koperasi sebagai wadah peningkatan kesejahteraan pegawai. Pergantian kepengurusan tidak hanya dimaknai sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai langkah regenerasi untuk menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan koperasi yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan anggota.

Dalam sambutannya, Kabapas menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai instrumen penguatan solidaritas dan kesejahteraan pegawai. Oleh karena itu, pengurus yang baru diharapkan mampu melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan inovasi dan terobosan yang relevan dengan kebutuhan anggota.

“Pengurus baru harus mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional dengan menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan koperasi,” tegas Unggul.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun tata kelola koperasi yang sehat dan modern agar KKPRI Bapas Surakarta dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari aspek administratif dan keuangan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang responsif, efektif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, proses serah terima kepengurusan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kepengurusan lama menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh anggota selama masa bakti berjalan, sekaligus berharap kepengurusan baru dapat membawa KKPRI Bapas Surakarta semakin maju dan inovatif.

Serah terima kepengurusan ini sekaligus menjadi simbol estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat sinergi internal organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen baru yang dibangun, KKPRI Bapas Surakarta optimistis dapat terus tumbuh sebagai koperasi yang profesional, terpercaya, dan berdaya saing dalam mendukung kesejahteraan pegawai di lingkungan Bapas Kelas I Surakarta.

Monday, April 27, 2026

HBP Ke-62, Pemasyarakatan Perkuat Komitmen Kinerja Nyata dan Pelayanan Prima




Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang jatuh pada Senin (27/4) menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk meneguhkan komitmen dalam memberikan kinerja terbaik. Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada upaya menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan tasyakuran HBP ke-62 dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia dan diikuti secara serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta. Kegiatan di Bapas Surakarta dipimpin oleh Kepala Bapas, Unggul Widiyo Saputro, bersama jajaran pegawai yang mengikuti rangkaian acara secara virtual dengan penuh khidmat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas pembinaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap lini kerja.

Menurutnya, sistem Pemasyarakatan saat ini terus berkembang menuju pendekatan yang lebih humanis melalui penerapan keadilan restoratif, sejalan dengan arah kebijakan hukum nasional yang baru. Hal ini menuntut adanya kolaborasi yang kuat antara Pemasyarakatan dengan Aparat Penegak Hukum serta berbagai pihak terkait.

Rangkaian kegiatan HBP ke-62 juga diwarnai dengan berbagai aksi sosial dan pelayanan publik, seperti donor darah, layanan paspor, serta pembuatan dan perpanjangan SIM bekerja sama dengan kepolisian. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga guna memperkuat sinergi lintas sektor.

Tidak hanya itu, penghargaan turut diberikan kepada UPT terbaik, petugas berprestasi, hingga warga binaan yang menunjukkan perubahan positif. Bantuan sosial, termasuk pemberian gerobak usaha dan beasiswa kepada masyarakat, juga menjadi bagian dari kepedulian Pemasyarakatan dalam mendukung kesejahteraan sosial.

Kepala Bapas Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa momentum ini harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pembimbingan klien pemasyarakatan.

“Semangat HBP ke-62 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja secara profesional, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HBP ke-62, mulai dari forum internasional, kegiatan sosial, hingga penguatan internal melalui penegakan disiplin dan kepatuhan petugas.

Memasuki usia ke-62, Pemasyarakatan diharapkan semakin adaptif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas dalam mendukung sistem hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.

Wednesday, April 22, 2026

Bapas Surakarta Laksanakan Ikrar Zero Halinar, Teguhkan Komitmen Bebas Penyimpangan

 



Surakarta – Menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Nomor: WP.13-UM.01.01-252 tanggal 16 April 2026 tentang Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar pada Lapas/LPKA/Rutan/Bapas se-Jawa Tengah, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar kegiatan Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar pada Rabu (22/4).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.45 WIB tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Bapas Kelas I Surakarta dan diikuti oleh seluruh petugas. Bertindak selaku pembina apel, Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memimpin langsung jalannya kegiatan dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan ikrar ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja pemasyarakatan yang bersih dari praktik Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Dalam amanatnya, pembina apel menegaskan pentingnya integritas dan kedisiplinan seluruh petugas dalam menjalankan tugas serta menjaga nama baik institusi.

Seluruh petugas secara serempak mengucapkan ikrar Zero Halinar sebagai wujud kesungguhan dalam menolak segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan. Ikrar ini juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme serta nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas.

Melalui pelaksanaan Ikrar Zero Halinar ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan bebas dari penyimpangan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tuesday, March 31, 2026

Perkuat Integritas, Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi ZI Menuju WBK/WBBM





Surakarta- Upaya memperkuat budaya kerja bersih terus digencarkan. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro beserta jajaran telah mengikuti Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM  secara virtual di aula Bapas Surakarta,  Selasa (31/3).


Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan Inspektur Wilayah I, Dr. Iwan Santoso. Dalam sambutan tersebut ditegaskan pentingnya menjaga integritas, terlebih Kemenimipas menjadi salah satu kementerian dengan capaian WBK dan WBBM terbanyak.

Materi sosialisasi yang disampaikan turut mengulas hasil evaluasi Tim Penilai Nasional (TPN) tahun 2025. Berbagai catatan disampaikan sebagai pengingat sekaligus arah perbaikan agar pembangunan Zona Integritas semakin efektif dan berkelanjutan.


"Menghadapi evaluasi tahun ini, kita harus senantiasa solid menjaga komitmen integritas dan meningkatkan mutu pelayanan publik," ungkap Unggul. Melalui kegiatan ini, dirinya juga menegaskan kesiapan Bapas Surskarta untuk terus melangkah lebih jauh dalam mempertahankan predikat  WBBM, sekaligus menghadirkan layanan yang bersih dan terpercaya bagi masyarakat.

Thursday, March 12, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Kegiatan Pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak di daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 tersebut bertempat di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta diwakili oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Bimbingan Klien Anak (Kasubsi Bimker BKA) bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama.

Kegiatan pembinaan dan pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah serta pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Surakarta.

Dalam pelaksanaannya, Bapas Kelas I Surakarta berperan sebagai salah satu unsur yang mendukung upaya perlindungan dan pembinaan anak, khususnya anak yang berhadapan dengan hukum. Peran tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pembimbingan, pendampingan, serta upaya reintegrasi sosial bagi klien anak agar dapat kembali berfungsi secara baik di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta juga menegaskan pentingnya pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak sebagai komitmen bersama seluruh pihak dalam membangun masa depan anak-anak yang lebih baik. Ia menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kota yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung program perlindungan anak serta mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Layak Anak.

Sunday, March 8, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana



Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (6/3). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapas Surakarta bersama pejabat struktural serta Pembimbing Kemasyarakatan dari Aula Bapas Kelas I Surakarta mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta pimpinan dari Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, dengan peserta yang berasal dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dhahana Putra selaku Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan bertindak sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa KUHP dan KUHAP menjadi pedoman utama bagi seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam pelaksanaan sistem pemidanaan di Indonesia. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses pendampingan perkara pidana yang dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tahap pra ajudikasi, ajudikasi, hingga post ajudikasi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat sejumlah penyesuaian dalam ketentuan pidana yang berkaitan dengan implementasi restorative justice. Penyesuaian tersebut menekankan bahwa penerapan pidana harus dilakukan secara proporsional, efektif, dan berorientasi pada pemulihan, khususnya dalam penanganan perkara pidana bagi orang dewasa maupun anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran Pemasyarakatan, khususnya Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Surakarta, dapat semakin memahami arah kebijakan hukum pidana yang baru serta mengoptimalkan perannya dalam mendukung pelaksanaan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Wednesday, March 4, 2026

PK Bapas Surakarta Dampingi Klien Anak Diversi di Polres Sragen

 



Sragen – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menghadiri pelaksanaan Diversi perkara Anak berinisial “MN” yang bertempat di Polres Sragen, Rabu(04/03). Kegiatan tersebut dibuka oleh pihak Kepolisian selaku fasilitator dan dihadiri oleh unsur Kepolisian, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Surakarta, pihak korban, pihak pelaku/keluarga, serta instansi terkait.

 

Dalam kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Surakarta, Isnaeni Diah Maelani, membacakan rekomendasi hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bahan pertimbangan dalam proses Diversi. Seluruh pihak, termasuk korban, menyatakan sepakat terhadap rekomendasi yang disampaikan Bapas dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi Anak.

 

Seluruh pihak juga sepakat untuk melanjutkan penanganan dan pembinaan melalui YLBI “Yayasan Lentera Bangsa Indonesia” serta akan mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Negeri guna memperkuat kesepakatan Diversi yang telah dicapai.

 

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam
memastikan terpenuhinya hak dan kepentingan terbaik bagi Anak melalui pendekatan keadilan restoratif.

Thursday, February 26, 2026

Perkuat Komitmen Perlindungan Anak, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta Hadiri Rakor Kota Layak Anak


Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kota Layak Anak yang diselenggarakan pada Rabu (26/02) di Ruang Rapat Dinas Kesehatan, Kompleks Balaikota Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Layak Anak yang memenuhi standar nasional.

Rakor tersebut diikuti langsung oleh Kepala Bapas Surakarta bersama Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (BKA) dan Kepala Subseksi Registrasi BKA. Pertemuan ini membahas pemenuhan dan kelengkapan data sesuai indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya terkait perlindungan khusus anak, jaminan rasa aman, penyediaan layanan, serta langkah-langkah pencegahan pelanggaran terhadap anak.



Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak yang berhadapan dengan hukum selama proses peradilan berlangsung. Peran ini menjadi bagian penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain itu, Rakor juga mencatat sejumlah tantangan pada Klaster 5, di antaranya belum tersusunnya kebijakan dalam bentuk Peraturan Daerah terkait perlindungan khusus anak serta keterbatasan dukungan pendanaan untuk optimalisasi program.

Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, guna menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara komprehensif dan berkelanjutan.

Tuesday, February 24, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Coaching Clinic Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan




Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Coaching Clinic yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan secara virtual pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bapas Surakarta.


Coaching Clinic dibuka oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah konsultasi teknis, asistensi, dan pendampingan, sekaligus pemantauan implementasi kebijakan guna mewujudkan kesamaan pemahaman dan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan.


Selanjutnya, kegiatan coaching dipimpin oleh Kasubdit Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan, Atiek Meikhurniawati. Dalam sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait bidang Registrasi dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas).


Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman teknis serta kualitas pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan di lingkungan Bapas Surakarta.

Monday, February 23, 2026

Bapas Surakarta Laksanakan Koordinasi Optimalisasi dan Penguatan Masyarakat di Lingkungan Integrasi

 




Surakarta; Dalam rangka memperkuat dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program integrasi Klien Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan koordinasi optimalisasi dan penguatan masyarakat di lingkungan integrasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Kelurahan Kerten. Koordinasi ini dilaksanakan oleh Dian Wilis Pratiwi  selaku Kasubsi Bimker BKD dan Septanto Edy Nugroho selaku Kasubsi Bimker BKA, serta diterima langsung oleh Lurah Kerten Surakarta, Ibu Anisa.

Dalam pertemuan tersebut, Bapas Surakarta menyampaikan berbagai program pembimbingan dan pemberdayaan klien, khususnya yang berkaitan dengan dukungan dan penguatan peran masyarakat Kelurahan Kerten dalam mendukung keberhasilan program integrasi Klien Pemasyarakatan. Sinergi dengan pemerintah kelurahan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan kondusif bagi proses reintegrasi sosial klien.

Koordinasi selanjutnya membahas peluang kolaborasi antara Bapas Surakarta dan Kelurahan Kerten, mengingat Bapas Surakarta memiliki rumah dinas yang berada di wilayah Kerten. Rumah dinas tersebut direncanakan akan dioptimalkan sebagai Rumah Wirausaha Klien Bapas Surakarta. Sehubungan dengan rencana tersebut, Bapas Surakarta memohon dukungan dari pihak kelurahan terkait akses saluran pembuangan air guna menunjang pemanfaatan rumah dinas secara maksimal.

Pada prinsipnya, pihak Kelurahan Kerten menyatakan kesiapan untuk mendukung permohonan tersebut. Untuk tindak lanjut teknis, Bapas Surakarta diarahkan agar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antara Bapas Surakarta dan pemerintah wilayah dalam rangka mendukung pemberdayaan, kemandirian, serta keberhasilan integrasi Klien Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Thursday, February 19, 2026

Bapas Surakarta Gelar Bakti Sosial dan Bersih-Bersih Rumah Ibadah di Sekitar Griya Abhipraya Tanon

 


 


Sragen – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat sinergi dengan masyarakat, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta (Bapas Surakarta) menggelar kegiatan bakti sosial berupa bersih-bersih rumah ibadah di sekitar Griya Abhipraya Tanon, Selasa(17/02).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Bapas Surakarta, klien Bapas, pengurus Griya Abhipraya Tanon, serta perangkat desa setempat. Dengan penuh semangat gotong royong, para peserta bersama-sama membersihkan area dalam dan luar rumah ibadah, mulai dari menyapu, mengepel, merapikan halaman, hingga membersihkan fasilitas pendukung lainnya.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi klien Bapas untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapas Surakarta yang diwakili oleh Sutria Haniati selaku Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (Kasie BKD) turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada klien yang berada di Griya Abhipraya Tanon. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi agar para klien semakin bersemangat menjalani proses pembinaan.

 

Dalam sambutannya, Sutria Haniati menyampaikan, “Kami berharap melalui kegiatan bakti sosial ini, para klien dapat semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk perhatian dan dukungan kami agar tetap semangat menjalani pembinaan serta menata masa depan yang lebih baik.”

 

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam fungsi pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian sosial.

Tuesday, February 10, 2026

Bapas se-Jawa Tengah dan Jawa Timur Gelar Silaturahmi dan Diskusi Peran PK dalam Implementasi KUHP dan KUHAP

 


 


Semarang — Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta bersama perwakilan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (Kasi BKA) mengikuti kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Bapas se-Jawa Tengah bersama Bapas se-Jawa Timur yang dirangkaikan dengan Diskusi Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP, Selasa (10/2), di Aula Bapas Semarang.

 

Dalam sambutan selamat datang, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Muhammad Susani, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar-PK, khususnya dalam penerapan KUHP baru.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi dan peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendukung implementasi KUHP nasional secara optimal.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber PK Madya Catur Yuliwiratno yang menyimpulkan bahwa pelaksanaan pidana kerja sosial dan pidana pengawasan masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan penguatan fungsi pengawasan agar pembimbingan berjalan lebih efektif.

Thursday, February 5, 2026

Kolaborasi Jadi Kunci, Bapas Surakarta Dukung Pencegahan Kekerasan






Surakarta - Bapas Surakarta menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui penguatan kerja sama lintas sektor. Hal ini ditunjukkan dengan keikutsertaan Bapas Surakarta dalam kegiatan Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Upaya Pendampingan Pencegahan Kekerasan yang digelar di Ruang Rapat DKK, Kompleks Balai Kota Surakarta, Jumat (30/1).


Kegiatan yang diikuti oleh 45 peserta dari berbagai Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak ini dibuka oleh Sekretaris DP3AP2KB Kota Surakarta, Dian Saraswati. Ia menekankan pentingnya pembagian peran dan fungsi antar lembaga dalam menangani isu perempuan dan anak secara kolaboratif.

Sebagai inti acara, Ketua Satgas PPK UNS Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si memaparkan pentingnya sinergi antar lembaga sesuai Permen PPPA Nomor 2 Tahun 2022 dan Permen PPPA Nomor 3 Tahun 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif.

Kepala Bapas Surakarta, Unggul Widiyo Saputro melalui pernyataannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pencegahan kekerasan.

“Bapas Surakarta siap berperan aktif dan bersinergi dengan seluruh mitra dalam upaya pencegahan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak. Pendampingan yang tepat dan berbasis kebutuhan korban menjadi bagian penting dari komitmen kami,” ujar Unggul.

Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi dan sinergitas antar jejaring layanan di Kota Surakarta semakin kuat sehingga sistem perlindungan perempuan dan anak dapat berjalan secara cepat, efektif, dan profesional.

Wednesday, January 28, 2026

Bapas Surakarta Perkuat Sinergi Media untuk Edukasi Pemasyarakatan

 



Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melakukan kunjungan ke stasiun televisi TATV di Jalan Brigjen Katamso, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Senin (26/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman strategi kehumasan serta memperkuat publikasi program pemasyarakatan kepada masyarakat.

Rombongan dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas I Surakarta, Miranti Nilasari, dan diterima langsung oleh jajaran redaksi TATV. Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai peran media massa dalam mendukung penyampaian informasi pemasyarakatan yang edukatif dan berimbang.

Miranti Nilasari menyampaikan bahwa Bapas Kelas I Surakarta membuka peluang kerja sama dengan berbagai media sebagai mitra strategis dalam menyosialisasikan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya terkait pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

Ia juga menjelaskan bahwa Bapas berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta mendukung program-program strategis kementerian yang memerlukan dukungan publikasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi TATV, Widianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan TATV untuk bersinergi dengan Bapas dalam hal publikasi dan penguatan kapasitas kehumasan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara Bapas Kelas I Surakarta dan TATV dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Monday, January 26, 2026

Kabapas Surakarta Hadiri Tasyakuran Hari Bhakti Imigrasi ke-76




Surakarta — Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menghadiri kegiatan tasyakuran dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-76 yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Senin (26/01).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Karesidenan Surakarta. Kehadiran para pimpinan UPT ini menjadi wujud penguatan sinergi, soliditas, serta kolaborasi antara jajaran Pemasyarakatan dan Imigrasi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.

Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 tahun ini mengusung tema “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju”, yang merefleksikan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan akuntabel kepada masyarakat.

Dalam rangkaian acara, para peserta juga mengikuti kegiatan secara daring bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan beserta jajaran, yang dipusatkan di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).

Acara tasyakuran ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan capaian Imigrasi Republik Indonesia hingga memasuki usia ke-76 tahun.

Wednesday, January 21, 2026

Tingkatkan Sinergitas, Bapas Surakarta Hadiri Launching Ditres & Satres PPA dan PPO Polresta Surakarta




SURAKARTA – Kepala Bapas Kelas I Surakarta, dalam hal ini diwakili oleh Kasi BKA, Miranti Nilasari, dan Kasubsi Registrasi BKA, Ricky Fahriza, menghadiri launching Direktorat Reserse dan Satuan Reserse Perlindungan Perempuan Anak (PPA) serta Pidana Perlindungan Orang (PPO) yang diselenggarakan di aula rapat Satreskrim Polresta Surakarta pada hari Rabu, 21 Januari 2026.


Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Kapolresta Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, dan Kepala UPTD Surakarta. Selain itu, acara juga membahas bedah buku Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO dan Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital.


Melalui direktorat baru ini, diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan penegakan hukum terhadap kejahatan yang melibatkan perempuan, anak, dan perdagangan orang. Direktorat ini mengintegrasikan penanganan kasus-kasus tersebut dan bertujuan meningkatkan pelayanan serta keadilan bagi masyarakat melalui koordinasi yang lebih baik antara unit kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.


“Dengan adanya direktorat baru ini, para penegak hukum diharapkan dapat bersinergi dengan baik demi kepentingan terbaik, khususnya dalam kasus anak,” ujar Miranti mewakili Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro.

Perayaan Ibadah Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Bapas Kelas I Surakarta Berlangsung Khidmat

 

Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar Perayaan Ibadah Natal dan Tahun Baru Keluarga Besar Bapas Kelas I Surakarta pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Aula Bapas Kelas I Surakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Perayaan ibadah diikuti oleh pegawai serta klien pemasyarakatan dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran Tuhan dalam kehidupan keluarga maupun dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, Amd.IP, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar terang Natal senantiasa membawa kedamaian dan semangat positif, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga berharap momentum Tahun Baru dapat menjadi awal yang membawa harapan serta berkat yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar Bapas Kelas I Surakarta.

Refleksi Natal disampaikan oleh Pdt. Drs. Harun Sugiarno, S.Th, M.Pd, yang mengangkat tema pembangunan Ecclesia Domestica atau Gereja Rumah Tangga. Dalam khotbahnya disampaikan bahwa Allah senantiasa hadir, menyertai setiap keluarga dengan kasih, serta menjalin relasi yang erat dengan umat-Nya. Keluarga yang memelihara hubungan baik dengan Tuhan diyakini akan memperoleh pemeliharaan serta damai sejahtera dalam kehidupannya.

Secara keseluruhan, kegiatan Perayaan Ibadah Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan lancar. Melalui kegiatan keagamaan ini, Bapas Kelas I Surakarta berharap dapat terus mempererat sinergi, kebersamaan, dan keharmonisan antara pegawai dan klien pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.

Monday, January 19, 2026

Kabapas Surakarta Sematkan Kenaikan Pangkat kepada 12 Pegawai pada Apel Pagi

 




Surakarta – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memberikan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 12 pegawai Bapas Surakarta yang memperoleh kenaikan pangkat periode Oktober hingga Januari. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam apel pagi pegawai, Senin, 19 Januari 2026, di halaman kantor Bapas Kelas I Surakarta.


Penyematan kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, kinerja, dan loyalitas pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh pegawai Bapas Surakarta.


Dalam kesempatan tersebut, Kabapas Surakarta Unggul Widiyo Saputro menyampaikan pesan kepada seluruh pegawai, khususnya kepada 12 pegawai yang naik pangkat. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya sebuah hak, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta integritas.


“Kenaikan pangkat hendaknya menjadi motivasi untuk bekerja lebih profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk memberikan pelayanan terbaik serta menjaga nama baik institusi,” pesan Unggul Widiyo Saputro.


Ia juga mengajak seluruh pegawai Bapas Surakarta untuk terus meningkatkan disiplin, sinergi, dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta pembangunan Zona Integritas.

Dengan adanya kenaikan pangkat ini, diharapkan para pegawai dapat semakin berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan kinerja Bapas Surakarta yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.


Wednesday, January 14, 2026

Rapat Tim Pembangunan Zona Integritas Bapas Kelas I Surakarta




Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar Rapat Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) pada Selasa (14/1/2026) pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Bapas Kelas I Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum evaluasi dan tindak lanjut penguatan pembangunan Zona Integritas serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta yang menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan ZI sebagai bagian dari komitmen mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dalam rapat tersebut dibahas rencana kunjungan studi tiru dari Bapas Jakarta Barat sebagai sarana pembelajaran dan refleksi proses pembangunan ZI hingga perolehan predikat WBBM.

Seluruh program dan inovasi Bapas Surakarta diarahkan secara tematik untuk mendukung pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas. Sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, ditargetkan sebanyak 10 satuan kerja meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta mendorong satuan kerja yang telah berpredikat WBK/WBBM untuk mendampingi satuan kerja lainnya.

Meskipun anggaran pembangunan ZI Tahun 2026 tidak tercantum dalam DIPA, Bapas Surakarta menegaskan bahwa pelaksanaan ZI tetap berjalan optimal sebagai bentuk kesiapan menghadapi desk evaluasi. Upaya peningkatan layanan terus dilakukan melalui penguatan piket kantor, program Jangan Tunggu Lama, piket Pos Bapas, serta layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Selain itu, rapat juga memuat evaluasi umum terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi, pemantauan kinerja, serta penguatan inovasi tahun 2025 guna mempertahankan predikat WBBM. Ditekankan pula prinsip kerja Input–Proses–Output–Outcome–Dampak–Benefit dengan semangat kerja kolektif dan konsisten.

Menindaklanjuti arahan Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan, seluruh klien diwajibkan menandatangani surat pernyataan hak, kewajiban, dan larangan sesuai dengan Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022. Hasil evaluasi kelompok kerja (Pokja) juga menunjukkan perlunya penambahan personel serta penguatan koordinasi agar pelaksanaan Zona Integritas dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

Melalui rapat ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Monday, January 12, 2026

Bapas Surakarta Gandeng RRI Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru, Tekankan Penerapan Pidana Kerja Sosial

 


 

Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta
terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta dalam rangka publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait penerapan pidana kerja sosial, Senin(12/01).

 

Melalui media penyiaran publik, Bapas Surakarta menyampaikan pemahaman komprehensif mengenai perubahan paradigma pemidanaan dalam KUHP dan KUHAP baru yang lebih menekankan aspek keadilan restoratif, pembinaan, serta reintegrasi sosial. Pidana kerja sosial menjadi salah satu bentuk pidana alternatif yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku, korban, dan masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bapas Surakarta menegaskan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan (PK) telah terlibat secara aktif sejak tahapan pra-adjudikasi, adjudikasi, hingga post-adjudikasi. Keterlibatan ini merupakan bagian penting dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembinaan.

 

“Pembimbing Kemasyarakatan berperan menyediakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bahan rekomendasi bagi jaksa dan hakim dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, putusan dan eksekusi tetap menjadi kewenangan hakim dan jaksa,” ujar perwakilan Bapas Surakarta.

 

Lebih lanjut disampaikan, setelah putusan pidana kerja sosial dijatuhkan, Bapas Surakarta melalui Pembimbing Kemasyarakatan melaksanakan fungsi pembimbingan dan pengawasan terhadap klien selama menjalani pidana kerja sosial. Peran ini bertujuan memastikan pelaksanaan pidana berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong perubahan perilaku dan tanggung jawab sosial klien.

 

Melalui kolaborasi dengan RRI Surakarta, Bapas Surakarta berharap informasi mengenai KUHP dan KUHAP baru, khususnya terkait pidana kerja sosial, dapat dipahami secara luas oleh masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik terhadap sistem peradilan pidana yang humanis, transparan, dan berkeadilan.

Friday, January 9, 2026

Kabapas Surakarta Pimpin Rapat Pembahasan Rencana Kerja Tahun 2026


Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memimpin rapat pembahasan Rencana Kerja Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perencanaan strategis guna memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas berjalan secara efektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah isu strategis, antara lain penataan ruang layanan agar lebih representatif dan mendukung pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, koordinasi teknis antarunit dinilai telah berjalan dengan baik dan perlu terus diperkuat sebagai fondasi dalam pelaksanaan program kerja ke depan.

Rapat juga menekankan pentingnya tindak lanjut implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penguatan sinergi dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas), penyampaian laporan dari Subbagian Tata Usaha, serta pengembangan layanan konseling dan pengaduan. Seluruh pembahasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas, integritas, dan kinerja organisasi dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.