Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Wednesday, July 8, 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Bapas Surakarta Ikuti Asistensi Kehumasan Pemasyarakatan Jawa Tengah




Semarang
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Asistensi Kehumasan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah di Aula Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Selasa (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan guna mendukung penyampaian informasi publik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Kadiyono. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesamaan persepsi terkait tugas dan fungsi kehumasan di lingkungan Pemasyarakatan agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipublikasikan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Selain itu, Kadiyono juga mengajak seluruh insan humas Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi terbaik selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada organisasi dan masyarakat. Menurutnya, humas memiliki peran strategis sebagai wajah institusi dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemasyarakatan.

Pada sesi materi, Tim Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memaparkan berbagai strategi penyusunan rencana pemberitaan dan publikasi bulanan agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Peserta juga mendapatkan penguatan terkait teknik penyusunan narasi positif melalui publikasi capaian kinerja sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat citra positif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kehumasan melalui perencanaan publikasi yang sistematis, peningkatan mutu pemberitaan, serta penguatan kompetensi petugas humas. Melalui langkah tersebut, diharapkan informasi mengenai layanan dan capaian kinerja Pemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Monday, July 6, 2026

Outing Class di Pantai Parangtritis, Bapas Surakarta dan YLBI Perkuat Pembinaan Karakter Anak Binaan

 

Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat upaya pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui berbagai program kolaboratif dengan mitra masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Outing Class yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) selaku mitra Griya Abhipraya Bapas Surakarta di kawasan Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Balai Kemasyarakatan dan Anak (BKA) Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, bersama Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Danang Dwi Hariyadi. Kehadiran Bapas Surakarta merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan berbasis masyarakat yang selama ini dijalankan YLBI dalam mendampingi anak binaan dan klien pemasyarakatan.

YLBI sendiri telah menjalin kerja sama dengan Bapas Kelas I Surakarta selama lebih dari lima tahun dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan, rehabilitasi sosial, serta reintegrasi bagi klien pemasyarakatan, khususnya anak. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan, pembinaan, dan pencegahan pengulangan tindak pidana.

Kegiatan Outing Class turut dihadiri oleh Pimpinan YLBI Sunardi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sragen Pamungkas, perwakilan Puskesmas Tanon I dan Tanon II, Kanit Intelkam/Narkoba Polsek Tanon, serta Pemerintah Desa Tanon. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak 22 anak binaan YLBI mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjadi klien Bapas Kelas I Surakarta, baik yang masih berada dalam proses peradilan maupun yang sedang menjalani program pembinaan di YLBI.

Melalui konsep pembelajaran di luar kelas, para peserta memperoleh pengalaman edukatif yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan sosial, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat karakter positif. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dirancang untuk menumbuhkan motivasi anak dalam merencanakan masa depan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan produktif.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan lingkungan sosial dan pengalaman langsung di lapangan menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung proses perubahan perilaku anak. Menurutnya, kegiatan seperti Outing Class mampu memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri secara positif.

“Pembinaan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan formal. Diperlukan pengalaman belajar yang menyenangkan, edukatif, dan mampu membangun karakter. Melalui sinergi bersama YLBI dan para pemangku kepentingan, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Bapas Kelas I Surakarta akan terus memperkuat kerja sama dengan YLBI selaku Griya Abhipraya dan berbagai pihak terkait guna mengoptimalkan program pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Selain itu, Pembimbing Kemasyarakatan akan terus melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan proses pembinaan sekaligus mencegah terjadinya residivisme.

Kegiatan Outing Class ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Thursday, June 25, 2026

Bapas Surakarta Perkuat Komitmen Raih dan Pertahankan Predikat WBBM melalui Rapat Evaluasi Zona Integritas

 

Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui penyelenggaraan Rapat Evaluasi Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI), Rabu (24/6), di Aula Bapas Kelas I Surakarta.




Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, tersebut diikuti oleh seluruh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) dan perwakilan Tim Pembangunan Zona Integritas. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan Zona Integritas sekaligus memperkuat langkah-langkah percepatan menuju terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam evaluasi yang dilakukan, masing-masing Pokja memaparkan progres pelaksanaan program kerja, pemenuhan data dukung, serta berbagai kendala yang masih dihadapi pada setiap area perubahan. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan strategi tindak lanjut guna memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal dan berkelanjutan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan upaya nyata dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas. Menurutnya, keberhasilan meraih dan mempertahankan predikat WBBM hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama, sinergi antartim, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas harus menjadi tanggung jawab bersama. Setiap Pokja harus mampu memastikan seluruh program berjalan efektif dan seluruh data dukung tersusun dengan baik. Yang lebih penting, nilai-nilai integritas harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan kualitas pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” tegas Unggul.

Melalui rapat evaluasi ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan kesiapannya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung reformasi birokrasi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, bersih, dan terpercaya.

Wednesday, June 17, 2026

Perkuat Pembimbingan dan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan, Bapas Surakarta Perpanjang Kerja Sama dengan YIBB-RSM

 

Perkuat Pembimbingan dan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan, Bapas Surakarta Perpanjang Kerja Sama dengan YIBB-RSM

Surakarta – Upaya memperkuat pembimbingan dan pemberdayaan Klien Pemasyarakatan terus dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan melakukan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar (YIBB-RSM), yang ditandatangani di Aula Bapas Kelas I Surakarta, Rabu (17/6/2026).




Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, jajaran pejabat struktural dan pegawai Bapas Surakarta, Ketua Pengurus Daerah YIBB-RSM, serta sejumlah Klien Pemasyarakatan. Perpanjangan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi penguatan peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembimbingan, pendampingan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan klien.

Dalam sambutannya, Unggul Widiyo Saputro menegaskan bahwa keberhasilan proses pemasyarakatan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi sosial dan lembaga masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang mendukung proses perubahan perilaku serta reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan.

Menurutnya, kemitraan yang terjalin antara Bapas Surakarta dan YIBB-RSM selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pembimbingan kemasyarakatan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama menjadi sarana bagi klien untuk memperoleh pendampingan, penguatan motivasi, serta bekal keterampilan yang dapat digunakan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Pemasyarakatan pada hakikatnya tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada upaya pembinaan dan pemberdayaan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra strategis seperti YIBB-RSM menjadi sangat penting untuk memastikan klien mendapatkan dukungan yang komprehensif dalam proses reintegrasi sosial,” ujar Unggul.

Perpanjangan kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen kedua belah pihak dalam memperluas cakupan layanan bagi Klien Pemasyarakatan. Ke depan, sinergi yang dibangun diharapkan mampu mendukung pelaksanaan berbagai program rehabilitasi sosial, pembinaan kepribadian, pengembangan keterampilan, hingga penguatan kemandirian klien agar lebih siap menjalani kehidupan secara produktif dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.

Ketua Pengurus Daerah YIBB-RSM menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan yayasan untuk terus mendukung program-program pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan sosial. Menurutnya, pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan merupakan kunci penting dalam membantu klien membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Penandatanganan perpanjangan PKS berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen Bapas Surakarta dan YIBB-RSM untuk terus bersinergi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pembimbingan kemasyarakatan yang profesional dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung terwujudnya tujuan pemasyarakatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Layanan PK Bangkom BPSDM Imipas




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Layanan Permohonan Kegiatan Pengembangan Kompetensi (PK Bangkom) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (BPSDM Imipas) secara virtual pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dari Aula Bapas Kelas I Surakarta tersebut diikuti oleh Kasubag Tata Usaha, Kasi Bimbingan Klien Dewasa, Kaur Kepegawaian, Kaur Umum, serta staf kepegawaian sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan absensi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Kepala BPSDM Imipas, Dr. Muhammad Tito Andrianto, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan organisasi yang semakin dinamis. Oleh karena itu, setiap satuan kerja diharapkan dapat memanfaatkan layanan PK Bangkom secara optimal guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi dengan menghadirkan narasumber dari BPSDM Imipas. Sesi pertama disampaikan oleh Pujo Harinto, Bc.I.P., S.Sos., M.Si., selaku Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengajuan kegiatan pengembangan kompetensi yang terintegrasi melalui layanan PK Bangkom. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan kompetensi yang selaras dengan tugas dan fungsi masing-masing unit kerja.

Sementara itu, sesi kedua disampaikan oleh Dede Kurnia Supriatna, salah satu tim pengembang aplikasi PK Bangkom BPSDM Imipas. Dalam paparannya, peserta diberikan penjelasan teknis terkait fitur-fitur aplikasi, alur pengajuan layanan, hingga langkah-langkah operasional yang harus dilakukan oleh operator kepegawaian di tingkat Unit Pelaksana Teknis maupun Kantor Wilayah. Penjelasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator dalam mengelola proses pengembangan kompetensi secara efektif dan akuntabel.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi layanan maupun kendala teknis yang mungkin dihadapi dalam penggunaan aplikasi. Para narasumber memberikan penjelasan secara komprehensif sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tata kelola layanan PK Bangkom.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi pegawai merupakan investasi penting bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap sistem dan mekanisme PK Bangkom akan membantu satuan kerja dalam merencanakan serta mengelola kebutuhan peningkatan kompetensi pegawai secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi pegawai sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia pemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas. Diharapkan implementasi layanan PK Bangkom dapat semakin optimal sehingga mendukung peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat

Sunday, June 7, 2026

Kabapas Surakarta Tekankan Integritas, Disiplin, dan Pelayanan Prima dalam Apel Pegawai




Surakarta – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Bapas Kelas I Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai bagian dari upaya menjaga kedisiplinan serta memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Unggul Widiyo Saputro menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pelaksanaan tugas kedinasan. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dibangun melalui sikap profesional, jujur, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh setiap pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi. Integritas bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga bagaimana kita mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi teladan dalam bekerja," ujar Unggul dalam arahannya.

Selain menekankan pentingnya integritas, Kabapas Surakarta juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus menjaga kedisiplinan dan meningkatkan etos kerja. Ia menilai bahwa disiplin menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai target kinerja. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu melaksanakan tugas secara optimal, tepat waktu, serta senantiasa berorientasi pada hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Unggul juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan kantor. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antarbidang guna menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kolaborasi yang baik antar seluruh unsur organisasi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, khususnya dalam pembimbingan, pendampingan, pengawasan, dan pelayanan terhadap klien Pemasyarakatan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.

Apel pagi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai terhadap tugas yang diemban. Kabapas berharap setiap jajaran mampu bekerja dengan penuh dedikasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan apel berlangsung dengan khidmat dan diikuti secara antusias oleh seluruh pegawai. Melalui arahan yang disampaikan, diharapkan seluruh jajaran Bapas Kelas I Surakarta semakin termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan dipercaya oleh masyarakat.

Bapas Surakarta Perkuat Strategi Komunikasi untuk Membangun Citra Positif Pemasyarakatan




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan dalam rangka Peningkatan Pelaksanaan Membangun Citra dan Reputasi Pemasyarakatan yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural yang membidangi kehumasan serta tim humas pada Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang digagas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi publik Pemasyarakatan. Melalui penguatan strategi komunikasi yang efektif, diharapkan setiap satuan kerja mampu membangun citra positif institusi secara berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dan Arkam, yang mengulas berbagai strategi komunikasi publik, pengelolaan informasi, serta optimalisasi peran kehumasan dalam mendukung pembangunan reputasi institusi. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa citra positif Pemasyarakatan harus dibangun melalui penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setiap satuan kerja didorong untuk secara aktif mempublikasikan program, inovasi, capaian kinerja, serta berbagai praktik baik yang telah dilaksanakan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Selain itu, narasumber juga menyoroti pentingnya menciptakan keseimbangan informasi di ruang publik dengan memperbanyak publikasi kegiatan positif. Langkah tersebut dinilai penting agar persepsi masyarakat terhadap Pemasyarakatan tidak hanya terbentuk dari pemberitaan yang bersifat negatif, melainkan juga dari berbagai keberhasilan dan kontribusi nyata yang telah dilakukan jajaran Pemasyarakatan. Publikasi yang terencana, masif, dan berkesinambungan diyakini mampu menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja Pemasyarakatan kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa keberhasilan fungsi kehumasan memerlukan dukungan penuh dari pimpinan satuan kerja, baik melalui kebijakan, pembinaan, maupun penyediaan sarana pendukung. Dukungan tersebut menjadi semakin penting mengingat hingga saat ini belum terdapat jabatan fungsional khusus kehumasan pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan serta belum tersedianya alokasi anggaran yang secara spesifik diperuntukkan bagi kegiatan kehumasan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan media, publikasi, dokumentasi, dan komunikasi publik. Dengan strategi komunikasi yang semakin kuat dan terarah, diharapkan berbagai program serta kinerja Pemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat, sehingga mampu mendukung terwujudnya citra Pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan terpercaya.

Monday, June 1, 2026

BAPAS SURAKARTA GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2026, TEGUHKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN PELAYANAN BERLANDASKAN NILAI PANCASILA

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6). Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Bapas Surakarta tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan berlangsung dengan khidmat, tertib, serta penuh semangat kebangsaan.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, memimpin jalannya upacara yang sederhana namun sarat makna. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebagai refleksi atas pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia.

Dalam amanatnya, Unggul Widyo Saputro membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia, Pancasila terbukti menjadi fondasi kokoh yang mempersatukan seluruh elemen bangsa serta menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai dinamika dan perubahan zaman.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, seluruh jajaran Bapas Kelas I Surakarta diajak untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, khususnya dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas kepada masyarakat. Semangat gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar nilai-nilai luhur Pancasila senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semangat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas serta mendukung pembangunan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Monday, May 25, 2026

Kabapas Surakarta Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima dalam Apel Pagi Pegawai

 


SURAKARTA — Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, kembali menegaskan pentingnya menjaga integritas dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam pelaksanaan apel pagi pegawai. Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen penguatan budaya kerja profesional dan bersih di lingkungan Pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Unggul mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjalankan tugas dan fungsi dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan pelayanan prima, serta menjaga nama baik institusi melalui kinerja yang akuntabel dan humanis. Ia juga menekankan agar tidak ada praktik pungutan liar maupun bentuk penyimpangan lain yang dapat merugikan organisasi dan mencederai kepercayaan publik.

“Pelayanan kepada masyarakat harus dilaksanakan secara maksimal, profesional, dan berintegritas. Jangan sampai ada pungli ataupun tindakan menyimpang lainnya yang dapat merugikan organisasi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tegas Unggul di hadapan seluruh peserta apel.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh pegawai, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan zona integritas di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, pelayanan publik yang bersih dan transparan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Apel pagi tersebut menjadi momentum penguatan disiplin dan evaluasi kinerja pegawai agar seluruh pelaksanaan tugas di lingkungan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta dapat berjalan optimal, profesional, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Wednesday, May 20, 2026

Semangat Harkitnas 2026 Menggema di Bapas Surakarta, Perkuat Pengabdian dan Kepedulian terhadap Generasi Bangsa




Surakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta melaksanakan upacara peringatan yang berlangsung khidmat di halaman kantor Bapas Surakarta pada Rabu pagi (20/05). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta peserta magang dengan penuh semangat nasionalisme dan rasa tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Bapas Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan amanat pimpinan yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebangkitan nasional di tengah perkembangan zaman dan tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi refleksi bersama akan pentingnya membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga diwujudkan melalui kerja nyata, disiplin, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepala Bapas Surakarta juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan. Menurutnya, kebangkitan bangsa dapat dimulai dari lingkungan kerja yang solid, penuh integritas, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, amanat pembina upacara, serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan sikap disiplin dan penuh khidmat, mencerminkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai Bapas Surakarta untuk memperkuat nilai pengabdian, menumbuhkan semangat kerja yang produktif, serta meningkatkan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Dengan semangat Harkitnas, Bapas Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan nasional.

Monday, May 18, 2026

Bapas Surakarta Gelar Penilaian Paparan Inovasi Program Pemagangan Batch II

 



Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan Penilaian Paparan Inovasi Program Pemagangan Batch II pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi tindak lanjut atas Surat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Organisasi, dan Ketatalaksanaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK.2-UM.01.01-183 tanggal 11 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Ketentuan Inovasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta magang untuk mempresentasikan berbagai gagasan dan inovasi yang kreatif, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi. Melalui paparan inovasi ini, peserta magang didorong untuk menghadirkan ide-ide solutif yang mampu mendukung transformasi birokrasi dan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa program pemagangan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta magang mampu mengembangkan kreativitas dan kompetensinya sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Unggul.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan adaptif guna mendukung transformasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Tuesday, May 12, 2026

Bapas Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Penilaian Inovasi Peserta Magang

 



 

Surakarta; Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar Rapat Koordinasi Penilaian Inovasi Peserta Magang pada Selasa (12/5/2026) bertempat di Ruang Kepala Bapas Surakarta. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh Pejabat Struktural Eselon 4 dan para PK Madya Bapas Surakarta.

 

Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Kepala Biro Sumber Daya Manusia Aparatur, Organisasi, dan Ketatalaksanaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK.2-UM.01.01-183 tanggal 11 Maret 2026 tentang Pemberitahuan Ketentuan Inovasi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas mekanisme penilaian inovasi peserta magang sekaligus memperkuat pelaksanaan program pemagangan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata, baik bagi peserta maupun instansi. Melalui kegiatan ini, Bapas Surakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.

 

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan pentingnya sinergi dan objektivitas dalam proses penilaian inovasi peserta magang sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

Thursday, May 7, 2026

Bapas Surakarta Teguhkan Komitmen Bersih dari Halinar Melalui Apel Ikrar Bersama




Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan Apel Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (Halinar), Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut digelar sebagai tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 tanggal 6 Mei 2026 tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar Bersama Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Apel diikuti seluruh jajaran pegawai Bapas Surakarta sebagai bentuk penguatan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencederai marwah institusi pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, dalam amanatnya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran di lingkungan kerja.

“Komitmen bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari kedisiplinan dan integritas setiap petugas. Mari bersama menjaga marwah institusi pemasyarakatan dengan bekerja secara profesional, akuntabel, dan penuh tanggung jawab,” tegas Unggul.

Melalui pelaksanaan apel ikrar bersama ini, Bapas Surakarta menegaskan dukungan penuh terhadap program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan terpercaya. Diharapkan, semangat pemberantasan Halinar dapat terus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran pemasyarakatan.

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan untuk Perkuat Tata Kelola Administrasi

 




Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Mekanisme Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan secara virtual pada Kamis (07/05/2026) bertempat di Aula Bapas Surakarta. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran petugas Bapas Surakarta sebagai upaya memperkuat tata kelola administrasi registrasi klien pemasyarakatan yang tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Atiek Meikhurniawati selaku Kasubdit Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan. Dalam paparannya, Atiek menyampaikan materi terkait administrasi Standar Registrasi Klien Pemasyarakatan yang telah ditetapkan pada 30 Desember 2025 sebagai pedoman pelaksanaan administrasi di lingkungan Balai Pemasyarakatan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perkembangan pelaksanaan pencatatan klien pemasyarakatan sekaligus bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan administrasi. Melalui sosialisasi tersebut, seluruh petugas diharapkan memiliki pemahaman yang seragam terkait mekanisme registrasi dan pengelolaan administrasi klien secara sistematis dan terstandarisasi.

Dalam pemaparan materi juga dijelaskan bahwa penyusunan buku registrasi akan disesuaikan dengan organisasi dan tata kerja (Orta) Bapas ke depan guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain itu, Subsi Registrasi memiliki peran strategis dalam pengelolaan dan penyimpanan seluruh dokumen arsip milik Pembimbing Kemasyarakatan (PK), termasuk penyediaan buku peminjaman arsip sebagai sarana pengendalian dan pengawasan administrasi.

Keikutsertaan Bapas Surakarta dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan adanya standar registrasi yang terintegrasi dan tertib administrasi, diharapkan pelaksanaan registrasi klien pemasyarakatan di Bapas Surakarta dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan.

Wednesday, May 6, 2026

Regenerasi Kepengurusan KKPRI Bapas Surakarta, Perkuat Profesionalisme dan Tata Kelola Modern

 



Surakarta — Komitmen penguatan tata kelola organisasi terus diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melalui proses regenerasi kepengurusan Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) Bapas Surakarta. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro selaku Pembina KKPRI, menyaksikan langsung prosesi serah terima kepengurusan dari pengurus lama di bawah kepemimpinan Ketua Teguh Tri Hatmanto kepada pengurus baru yang dipimpin oleh Ketua Septanto Edy Nugroho pada Senin (04/05).

Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut menjadi momentum strategis dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat fondasi koperasi sebagai wadah peningkatan kesejahteraan pegawai. Pergantian kepengurusan tidak hanya dimaknai sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai langkah regenerasi untuk menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan koperasi yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan anggota.

Dalam sambutannya, Kabapas menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai instrumen penguatan solidaritas dan kesejahteraan pegawai. Oleh karena itu, pengurus yang baru diharapkan mampu melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan inovasi dan terobosan yang relevan dengan kebutuhan anggota.

“Pengurus baru harus mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional dengan menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan koperasi,” tegas Unggul.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun tata kelola koperasi yang sehat dan modern agar KKPRI Bapas Surakarta dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari aspek administratif dan keuangan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang responsif, efektif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, proses serah terima kepengurusan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kepengurusan lama menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh anggota selama masa bakti berjalan, sekaligus berharap kepengurusan baru dapat membawa KKPRI Bapas Surakarta semakin maju dan inovatif.

Serah terima kepengurusan ini sekaligus menjadi simbol estafet kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat sinergi internal organisasi. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen baru yang dibangun, KKPRI Bapas Surakarta optimistis dapat terus tumbuh sebagai koperasi yang profesional, terpercaya, dan berdaya saing dalam mendukung kesejahteraan pegawai di lingkungan Bapas Kelas I Surakarta.

Monday, April 27, 2026

HBP Ke-62, Pemasyarakatan Perkuat Komitmen Kinerja Nyata dan Pelayanan Prima




Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang jatuh pada Senin (27/4) menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk meneguhkan komitmen dalam memberikan kinerja terbaik. Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, peringatan tahun ini menitikberatkan pada upaya menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan tasyakuran HBP ke-62 dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia dan diikuti secara serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta. Kegiatan di Bapas Surakarta dipimpin oleh Kepala Bapas, Unggul Widiyo Saputro, bersama jajaran pegawai yang mengikuti rangkaian acara secara virtual dengan penuh khidmat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas pembinaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap lini kerja.

Menurutnya, sistem Pemasyarakatan saat ini terus berkembang menuju pendekatan yang lebih humanis melalui penerapan keadilan restoratif, sejalan dengan arah kebijakan hukum nasional yang baru. Hal ini menuntut adanya kolaborasi yang kuat antara Pemasyarakatan dengan Aparat Penegak Hukum serta berbagai pihak terkait.

Rangkaian kegiatan HBP ke-62 juga diwarnai dengan berbagai aksi sosial dan pelayanan publik, seperti donor darah, layanan paspor, serta pembuatan dan perpanjangan SIM bekerja sama dengan kepolisian. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga guna memperkuat sinergi lintas sektor.

Tidak hanya itu, penghargaan turut diberikan kepada UPT terbaik, petugas berprestasi, hingga warga binaan yang menunjukkan perubahan positif. Bantuan sosial, termasuk pemberian gerobak usaha dan beasiswa kepada masyarakat, juga menjadi bagian dari kepedulian Pemasyarakatan dalam mendukung kesejahteraan sosial.

Kepala Bapas Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa momentum ini harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pembimbingan klien pemasyarakatan.

“Semangat HBP ke-62 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja secara profesional, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HBP ke-62, mulai dari forum internasional, kegiatan sosial, hingga penguatan internal melalui penegakan disiplin dan kepatuhan petugas.

Memasuki usia ke-62, Pemasyarakatan diharapkan semakin adaptif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas dalam mendukung sistem hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.

Wednesday, April 22, 2026

Bapas Surakarta Laksanakan Ikrar Zero Halinar, Teguhkan Komitmen Bebas Penyimpangan

 



Surakarta – Menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Nomor: WP.13-UM.01.01-252 tanggal 16 April 2026 tentang Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar pada Lapas/LPKA/Rutan/Bapas se-Jawa Tengah, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar kegiatan Pelaksanaan Ikrar Zero Halinar pada Rabu (22/4).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.45 WIB tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Bapas Kelas I Surakarta dan diikuti oleh seluruh petugas. Bertindak selaku pembina apel, Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memimpin langsung jalannya kegiatan dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan ikrar ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kerja pemasyarakatan yang bersih dari praktik Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Dalam amanatnya, pembina apel menegaskan pentingnya integritas dan kedisiplinan seluruh petugas dalam menjalankan tugas serta menjaga nama baik institusi.

Seluruh petugas secara serempak mengucapkan ikrar Zero Halinar sebagai wujud kesungguhan dalam menolak segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan. Ikrar ini juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme serta nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas.

Melalui pelaksanaan Ikrar Zero Halinar ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan bebas dari penyimpangan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tuesday, March 31, 2026

Perkuat Integritas, Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi ZI Menuju WBK/WBBM





Surakarta- Upaya memperkuat budaya kerja bersih terus digencarkan. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro beserta jajaran telah mengikuti Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM  secara virtual di aula Bapas Surakarta,  Selasa (31/3).


Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan Inspektur Wilayah I, Dr. Iwan Santoso. Dalam sambutan tersebut ditegaskan pentingnya menjaga integritas, terlebih Kemenimipas menjadi salah satu kementerian dengan capaian WBK dan WBBM terbanyak.

Materi sosialisasi yang disampaikan turut mengulas hasil evaluasi Tim Penilai Nasional (TPN) tahun 2025. Berbagai catatan disampaikan sebagai pengingat sekaligus arah perbaikan agar pembangunan Zona Integritas semakin efektif dan berkelanjutan.


"Menghadapi evaluasi tahun ini, kita harus senantiasa solid menjaga komitmen integritas dan meningkatkan mutu pelayanan publik," ungkap Unggul. Melalui kegiatan ini, dirinya juga menegaskan kesiapan Bapas Surskarta untuk terus melangkah lebih jauh dalam mempertahankan predikat  WBBM, sekaligus menghadirkan layanan yang bersih dan terpercaya bagi masyarakat.

Thursday, March 12, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Kegiatan Pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak di daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 tersebut bertempat di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta diwakili oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Bimbingan Klien Anak (Kasubsi Bimker BKA) bersama Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama.

Kegiatan pembinaan dan pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak ini diikuti oleh berbagai instansi pemerintah serta pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Surakarta.

Dalam pelaksanaannya, Bapas Kelas I Surakarta berperan sebagai salah satu unsur yang mendukung upaya perlindungan dan pembinaan anak, khususnya anak yang berhadapan dengan hukum. Peran tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pembimbingan, pendampingan, serta upaya reintegrasi sosial bagi klien anak agar dapat kembali berfungsi secara baik di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta juga menegaskan pentingnya pembinaan Gugus Tugas Kota Layak Anak sebagai komitmen bersama seluruh pihak dalam membangun masa depan anak-anak yang lebih baik. Ia menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kota yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung program perlindungan anak serta mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Layak Anak.

Sunday, March 8, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana



Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (6/3). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapas Surakarta bersama pejabat struktural serta Pembimbing Kemasyarakatan dari Aula Bapas Kelas I Surakarta mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh pimpinan dan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta pimpinan dari Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, dengan peserta yang berasal dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dhahana Putra selaku Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan bertindak sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan bahwa KUHP dan KUHAP menjadi pedoman utama bagi seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam pelaksanaan sistem pemidanaan di Indonesia. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses pendampingan perkara pidana yang dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tahap pra ajudikasi, ajudikasi, hingga post ajudikasi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat sejumlah penyesuaian dalam ketentuan pidana yang berkaitan dengan implementasi restorative justice. Penyesuaian tersebut menekankan bahwa penerapan pidana harus dilakukan secara proporsional, efektif, dan berorientasi pada pemulihan, khususnya dalam penanganan perkara pidana bagi orang dewasa maupun anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran Pemasyarakatan, khususnya Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Surakarta, dapat semakin memahami arah kebijakan hukum pidana yang baru serta mengoptimalkan perannya dalam mendukung pelaksanaan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Wednesday, March 4, 2026

PK Bapas Surakarta Dampingi Klien Anak Diversi di Polres Sragen

 



Sragen – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menghadiri pelaksanaan Diversi perkara Anak berinisial “MN” yang bertempat di Polres Sragen, Rabu(04/03). Kegiatan tersebut dibuka oleh pihak Kepolisian selaku fasilitator dan dihadiri oleh unsur Kepolisian, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Surakarta, pihak korban, pihak pelaku/keluarga, serta instansi terkait.

 

Dalam kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Surakarta, Isnaeni Diah Maelani, membacakan rekomendasi hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bahan pertimbangan dalam proses Diversi. Seluruh pihak, termasuk korban, menyatakan sepakat terhadap rekomendasi yang disampaikan Bapas dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi Anak.

 

Seluruh pihak juga sepakat untuk melanjutkan penanganan dan pembinaan melalui YLBI “Yayasan Lentera Bangsa Indonesia” serta akan mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Negeri guna memperkuat kesepakatan Diversi yang telah dicapai.

 

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam
memastikan terpenuhinya hak dan kepentingan terbaik bagi Anak melalui pendekatan keadilan restoratif.

Thursday, February 26, 2026

Perkuat Komitmen Perlindungan Anak, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta Hadiri Rakor Kota Layak Anak


Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kota Layak Anak yang diselenggarakan pada Rabu (26/02) di Ruang Rapat Dinas Kesehatan, Kompleks Balaikota Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Layak Anak yang memenuhi standar nasional.

Rakor tersebut diikuti langsung oleh Kepala Bapas Surakarta bersama Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (BKA) dan Kepala Subseksi Registrasi BKA. Pertemuan ini membahas pemenuhan dan kelengkapan data sesuai indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya terkait perlindungan khusus anak, jaminan rasa aman, penyediaan layanan, serta langkah-langkah pencegahan pelanggaran terhadap anak.



Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada anak yang berhadapan dengan hukum selama proses peradilan berlangsung. Peran ini menjadi bagian penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain itu, Rakor juga mencatat sejumlah tantangan pada Klaster 5, di antaranya belum tersusunnya kebijakan dalam bentuk Peraturan Daerah terkait perlindungan khusus anak serta keterbatasan dukungan pendanaan untuk optimalisasi program.

Melalui keikutsertaan dalam Rakor ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, guna menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara komprehensif dan berkelanjutan.

Tuesday, February 24, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Coaching Clinic Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan




Surakarta – Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Coaching Clinic yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan secara virtual pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bapas Surakarta.


Coaching Clinic dibuka oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah konsultasi teknis, asistensi, dan pendampingan, sekaligus pemantauan implementasi kebijakan guna mewujudkan kesamaan pemahaman dan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan.


Selanjutnya, kegiatan coaching dipimpin oleh Kasubdit Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan, Atiek Meikhurniawati. Dalam sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait bidang Registrasi dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas).


Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman teknis serta kualitas pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan di lingkungan Bapas Surakarta.

Monday, February 23, 2026

Bapas Surakarta Laksanakan Koordinasi Optimalisasi dan Penguatan Masyarakat di Lingkungan Integrasi

 




Surakarta; Dalam rangka memperkuat dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program integrasi Klien Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan koordinasi optimalisasi dan penguatan masyarakat di lingkungan integrasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Kelurahan Kerten. Koordinasi ini dilaksanakan oleh Dian Wilis Pratiwi  selaku Kasubsi Bimker BKD dan Septanto Edy Nugroho selaku Kasubsi Bimker BKA, serta diterima langsung oleh Lurah Kerten Surakarta, Ibu Anisa.

Dalam pertemuan tersebut, Bapas Surakarta menyampaikan berbagai program pembimbingan dan pemberdayaan klien, khususnya yang berkaitan dengan dukungan dan penguatan peran masyarakat Kelurahan Kerten dalam mendukung keberhasilan program integrasi Klien Pemasyarakatan. Sinergi dengan pemerintah kelurahan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan kondusif bagi proses reintegrasi sosial klien.

Koordinasi selanjutnya membahas peluang kolaborasi antara Bapas Surakarta dan Kelurahan Kerten, mengingat Bapas Surakarta memiliki rumah dinas yang berada di wilayah Kerten. Rumah dinas tersebut direncanakan akan dioptimalkan sebagai Rumah Wirausaha Klien Bapas Surakarta. Sehubungan dengan rencana tersebut, Bapas Surakarta memohon dukungan dari pihak kelurahan terkait akses saluran pembuangan air guna menunjang pemanfaatan rumah dinas secara maksimal.

Pada prinsipnya, pihak Kelurahan Kerten menyatakan kesiapan untuk mendukung permohonan tersebut. Untuk tindak lanjut teknis, Bapas Surakarta diarahkan agar berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antara Bapas Surakarta dan pemerintah wilayah dalam rangka mendukung pemberdayaan, kemandirian, serta keberhasilan integrasi Klien Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Thursday, February 19, 2026

Bapas Surakarta Gelar Bakti Sosial dan Bersih-Bersih Rumah Ibadah di Sekitar Griya Abhipraya Tanon

 


 


Sragen – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat sinergi dengan masyarakat, Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta (Bapas Surakarta) menggelar kegiatan bakti sosial berupa bersih-bersih rumah ibadah di sekitar Griya Abhipraya Tanon, Selasa(17/02).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Bapas Surakarta, klien Bapas, pengurus Griya Abhipraya Tanon, serta perangkat desa setempat. Dengan penuh semangat gotong royong, para peserta bersama-sama membersihkan area dalam dan luar rumah ibadah, mulai dari menyapu, mengepel, merapikan halaman, hingga membersihkan fasilitas pendukung lainnya.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi klien Bapas untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapas Surakarta yang diwakili oleh Sutria Haniati selaku Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (Kasie BKD) turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada klien yang berada di Griya Abhipraya Tanon. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan moral dan motivasi agar para klien semakin bersemangat menjalani proses pembinaan.

 

Dalam sambutannya, Sutria Haniati menyampaikan, “Kami berharap melalui kegiatan bakti sosial ini, para klien dapat semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan kembali berperan aktif di tengah masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk perhatian dan dukungan kami agar tetap semangat menjalani pembinaan serta menata masa depan yang lebih baik.”

 

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Bapas Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam fungsi pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian sosial.