Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Sunday, August 16, 2026

Greenfarm Bapas Surakarta Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif dan Kepedulian Lingkungan

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Greenfarm di Rumah Dinas Bapas Kelas I Surakarta, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan Greenfarm kali ini diisi dengan penanaman bawang merah, penyiraman tanaman, serta pembersihan dan penataan area Greenfarm. Penanaman diawali dengan mempersiapkan media tanam yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang merah pada lahan yang telah disiapkan.

Selain penanaman, kegiatan juga difokuskan pada perawatan tanaman dan lingkungan sekitar. Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari penyiraman, pembersihan gulma hingga pengangkutan sampah, sehingga area Greenfarm tetap bersih, rapi, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bapas Surakarta dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia agar memberikan manfaat produktif. Tidak hanya menghasilkan tanaman yang dapat dimanfaatkan, Greenfarm juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pengelolaan Greenfarm selanjutnya akan dilakukan secara berkelanjutan dengan perawatan rutin, meliputi penyiraman, pembersihan gulma, pemantauan pertumbuhan tanaman, serta menjaga kebersihan dan kerapian area.

Bapas Surakarta juga membuka peluang pengembangan Greenfarm dengan menambah berbagai jenis tanaman produktif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan lahan di Rumah Dinas. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan Greenfarm sebagai ruang produktif sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja dan hunian dinas yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Greenfarm, Bapas Kelas I Surakarta menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan tidak harus dilakukan dalam skala besar. Dengan pengelolaan yang konsisten, lahan yang tersedia dapat menjadi ruang produktif sekaligus menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan.

Thursday, August 13, 2026

Bapas Surakarta Dorong Klien Pemasyarakatan Bangkit dan Berubah Menjadi Lebih Baik

 


Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan penyampaian materi bertema “Semua Orang Pernah Berbuat Salah” bagi Klien Pemasyarakatan, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bapas Surakarta dalam memberikan penguatan kepribadian dan motivasi kepada klien dalam menjalani proses reintegrasi sosial.

Materi yang disampaikan mengajak para klien untuk tidak terus terlarut dalam kesalahan yang pernah dilakukan. Masa lalu diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk melakukan evaluasi diri, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membangun tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam penyampaian materi, para klien didorong untuk memahami bahwa kesalahan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang dapat menjadi titik balik untuk melakukan perubahan. Dengan kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri, setiap individu memiliki kesempatan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih positif dan diterima di tengah masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh Klien Pemasyarakatan Bapas Kelas I Surakarta dengan didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan berkelanjutan kepada klien, baik dalam aspek kepribadian maupun kesiapan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembimbingan.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama proses penyampaian materi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta terus berkomitmen memberikan pembimbingan yang berorientasi pada perubahan perilaku, penguatan kemandirian, dan keberhasilan reintegrasi sosial, sehingga klien mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif di tengah masyarakat.

Kontributor: Humas Bapas Solo

Wednesday, August 5, 2026

Siapkan PK Adaptif dan Berintegritas, Bapas Surakarta Kirim 33 Pembimbing Kemasyarakatan ke Probation Officer Camp 2026




CILACAP
– Sebanyak 33 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti Probation Officer Camp (POC) 2026 yang digelar di Pangkalan Kopassus Daun Lumbung, Cilacap. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas, karakter, dan profesionalisme Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan yang semakin adaptif dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, hadir bersama para peserta dalam kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso. Turut hadir Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetiokartiko, serta Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Pujo Harinto, Bc.IP., S.Sos., M.Si.

Hari pertama Probation Officer Camp diisi dengan registrasi peserta, seremoni pembukaan, sesi penguatan peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan, hingga malam keakraban yang menjadi sarana mempererat solidaritas antarpeserta. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk Pembimbing Kemasyarakatan yang adaptif, humanis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pelaksanaan tugas di tengah dinamika perkembangan hukum nasional.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, mengatakan bahwa Probation Officer Camp bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai pengabdian seorang Pembimbing Kemasyarakatan.

"Pembimbing Kemasyarakatan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga integritas, empati, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Melalui Probation Officer Camp ini, kami ingin membentuk insan Pemasyarakatan yang tangguh, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan pelayanan yang profesional dan humanis bagi masyarakat," ujar Unggul.

Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar bersama di lingkungan Nusakambangan menjadi bekal penting bagi para Pembimbing Kemasyarakatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pembimbingan, pendampingan, penelitian kemasyarakatan, dan pengawasan klien secara optimal.

"Semangat 'Belajar dari Nusakambangan, Mengabdi untuk Indonesia' harus menjadi energi bagi setiap Pembimbing Kemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian. Kami berharap seluruh peserta kembali ke satuan kerja dengan semangat baru, wawasan yang lebih luas, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambahnya.

Probation Officer Camp 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mencetak Pembimbing Kemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sehingga mampu mendukung implementasi kebijakan pemasyarakatan yang modern, berkeadilan, serta berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.

Monday, August 3, 2026

Awali Agustus dengan Semangat Gotong Royong, Kabapas Surakarta Ajak Seluruh Pegawai Kerja Bakti Sambut HUT Kemerdekaan RI

 




Surakarta – Mengawali hari pertama kerja di bulan Agustus 2026, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar kegiatan kerja bakti yang diikuti seluruh pegawai, Senin(03/08). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, sebagai bentuk kesiapan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

Sejak pagi hari, seluruh pegawai bergotong royong membersihkan area perkantoran, halaman, taman, ruang pelayanan, hingga fasilitas umum di lingkungan Bapas Surakarta. Selain menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai disiplin, kepedulian, dan kolaborasi yang menjadi bagian dari budaya kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, mengatakan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara maupun pemasangan atribut merah putih, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kebersihan serta merawat lingkungan kerja sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

"Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam perilaku kita sehari-hari. Salah satunya dengan menjaga kebersihan, membangun rasa memiliki terhadap lingkungan kerja, dan memperkuat semangat gotong royong. Bapas Surakarta ingin menyambut Hari Kemerdekaan dengan suasana yang bersih, tertata, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Unggul.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Gotong royong merupakan jati diri bangsa Indonesia. Melalui kegiatan sederhana seperti kerja bakti ini, kita memperkuat kebersamaan sekaligus mengingat bahwa pelayanan publik yang berkualitas berawal dari lingkungan kerja yang tertib, bersih, dan penuh semangat pengabdian," tambahnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan kebersamaan. Para pegawai saling bahu-membahu membersihkan setiap sudut kantor sehingga lingkungan Bapas Kelas I Surakarta tampak semakin rapi dan asri.

Melalui kerja bakti tersebut, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang prima, didukung lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan representatif. Semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh jajaran diharapkan menjadi energi positif dalam menyemarakkan Bulan Kemerdekaan serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tuesday, July 28, 2026

Bapas Surakarta Gandeng Yayasan Setya Karya Karanganyar, Perluas Pembinaan Kemandirian Klien Melalui Pelatihan Mekanik

 


 



SURAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat program pembimbingan kemandirian bagi Klien Pemasyarakatan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Sosialisasi Pendidikan dan Pelatihan Dasar Mekanik bagi Klien Pemasyarakatan sekaligus Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bapas Kelas I Surakarta dan Yayasan Setya Karya Karanganyar pada Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Kelas I Surakarta ini dihadiri Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widyo Saputro beserta jajaran, Pembina Yayasan Setya Karya Karanganyar Sutimin, Kepala SMK Karya Teknik Sunaryo, tenaga pengajar Christiyono Tri Nugroho, Djoko Hastanto, serta seluruh pegawai Bapas Kelas I Surakarta.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembimbingan terhadap klien melalui penyediaan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Pembimbingan tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga harus mampu membekali klien dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani proses pembimbingan. Sinergi dengan Yayasan Setya Karya Karanganyar menjadi salah satu upaya nyata dalam mewujudkan tujuan tersebut,"

ujar Unggul.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai mekanisme pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dasar mekanik bagi Klien Pemasyarakatan. Materi sosialisasi memberikan pemahaman kepada para Pembimbing Kemasyarakatan mengenai tata cara seleksi dan penyaluran klien yang memiliki minat serta bakat di bidang mekanik agar dapat mengikuti program pelatihan secara optimal.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bapas Kelas I Surakarta dan Yayasan Setya Karya Karanganyar sebagai dasar pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan pelatihan vokasional yang mampu meningkatkan kompetensi klien sehingga lebih siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha setelah menyelesaikan masa pembimbingan.

Pembina Yayasan Setya Karya Karanganyar, Sutimin, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Bapas Kelas I Surakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.

"Kami siap mendukung program pembimbingan melalui pelatihan mekanik yang aplikatif. Harapannya, para peserta memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri sehingga mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat," ungkap Sutimin.

Melalui kemitraan ini, Bapas Kelas I Surakarta berharap semakin banyak Klien Pemasyarakatan memperoleh akses terhadap pendidikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat reintegrasi sosial, mengurangi risiko pengulangan tindak pidana, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Sunday, July 26, 2026

Raih Arjuna Awards 2026, Bapas Surakarta Tegaskan Komitmen Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

 




Surakarta – Komitmen Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel kembali memperoleh pengakuan. Bapas Surakarta berhasil meraih Penghargaan Akurasi Deviasi Halaman III DIPA Kategori Pagu Sedang pada ajang Arjuna Awards 2026, yang diselenggarakan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Surakarta, Kamis (23/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran secara optimal, akurat, dan akuntabel. Kegiatan diikuti oleh berbagai satuan kerja mitra KPPN Surakarta secara luring maupun daring.

Kepala KPPN Surakarta, Eko Budiyanto, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas capaian pengelolaan keuangan seluruh satuan kerja di wilayah kerjanya. Menurutnya, realisasi anggaran pada Semester I Tahun 2026 mencatatkan hasil terbaik dalam tujuh tahun terakhir.

"Realisasi anggaran satker di lingkup kerja KPPN Surakarta pada Semester I Tahun 2026 merupakan yang tertinggi pada periode yang sama dalam tujuh tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas pengelolaan keuangan, terutama dengan semakin teratasinya berbagai permasalahan yang lazim terjadi pada awal tahun anggaran," ujar Eko.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andi Prasetya. Ia menegaskan bahwa transparansi dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan negara.

"Proses perencanaan merupakan titik awal dalam pengelolaan keuangan negara. Karena itu, kolaborasi antara satuan kerja, KPPN, DJPb, hingga pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar akuntabilitas dapat terbangun dan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Bayu.

Selain agenda evaluasi dan pemberian penghargaan, Arjuna Awards 2026 juga menghadirkan pameran produk UMKM binaan KPPN Surakarta. Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, turut mengunjungi stan pameran sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Pada puncak acara, Bapas Kelas I Surakarta diumumkan sebagai penerima Penghargaan Akurasi Deviasi Halaman III DIPA Kategori Pagu Sedang. Penghargaan tersebut menjadi refleksi atas konsistensi Bapas Surakarta dalam mengelola anggaran negara secara tertib, tepat sasaran, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Usai menerima penghargaan, Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran, khususnya tim pengelola keuangan, yang telah bekerja secara profesional sepanjang Semester I Tahun 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran.

"Penghargaan ini tentu patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama. Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita terlena. Komitmen menjaga akuntabilitas, integritas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2026 maupun pada tahun-tahun mendatang harus terus menjadi prioritas," tegas Unggul.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan negara yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, Bapas Surakarta akan terus memperkuat tata kelola organisasi melalui pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal.

Wednesday, July 22, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Mekanisme Registrasi Klien Pemasyarakatan dan Litmas untuk Perkuat Standarisasi Layanan Pemasyarakatan



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-208.UM.01.01 Tahun 2026 tentang Mekanisme Registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/7) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta beserta jajaran pejabat struktural, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), petugas registrasi, dan seluruh Pembimbing Kemasyarakatan sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap implementasi mekanisme kerja terbaru di lingkungan Pemasyarakatan.

Sosialisasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan dipimpin langsung oleh Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Ceno Hersusetiokartikokasih. Dalam kesempatan tersebut, Ceno menyampaikan secara komprehensif substansi Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-208.UM.01.01 Tahun 2026 yang menjadi pedoman teknis dalam pelaksanaan registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) di seluruh Balai Pemasyarakatan di Indonesia.

Materi sosialisasi mencakup mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan, penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), tata cara penerimaan dan pengakhiran status klien, pelimpahan pembimbingan antarwilayah, koordinasi antar-Balai Pemasyarakatan, hingga mekanisme monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Keseluruhan materi tersebut diarahkan untuk mewujudkan keseragaman pelaksanaan tugas, tertib administrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan aparat penegak hukum.

Dalam paparannya, Ceno Hersusetiokartikokasih menegaskan bahwa Surat Edaran ini merupakan instrumen penting dalam menyatukan standar kerja seluruh Bapas agar pelaksanaan registrasi dan pembimbingan klien berlangsung secara akuntabel dan profesional.

"Surat Edaran ini menjadi pedoman bagi seluruh Balai Pemasyarakatan agar mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan dilaksanakan secara seragam, tertib administrasi, serta didukung koordinasi yang efektif. Dengan standar yang sama, kualitas layanan Pemasyarakatan akan semakin optimal dan memberikan kepastian dalam setiap tahapan pembimbingan klien," ujar Ceno Hersusetiokartikokasih.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta beserta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan terkait implementasi teknis di lapangan turut dibahas sebagai bentuk penyamaan persepsi dalam penerapan kebijakan terbaru.

Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk mengimplementasikan mekanisme registrasi Klien Pemasyarakatan dan Penelitian Kemasyarakatan sesuai ketentuan yang berlaku. Penerapan pedoman tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan Pemasyarakatan yang semakin profesional, responsif, akuntabel, serta memberikan kepastian administrasi dalam setiap proses pembimbingan dan pengawasan klien.

Tuesday, July 21, 2026

Perkuat Tata Kelola yang Akuntabel, Bapas Surakarta Ikuti Penguatan Pengawasan Intern oleh Inspektur Jenderal Kemenimipas

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Penguatan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai "Pengawasan Intern yang Profesional, Responsif, dan Akuntabel" pada Senin (20/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan internal sebagai fondasi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro, Tim Pengamanan Internal (Patnal), Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (BKD), Kepala Subbagian Tata Usaha, serta Kepala Urusan Umum.

Dalam arahannya, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa pengawasan intern harus mampu bertransformasi menjadi sistem yang adaptif terhadap dinamika organisasi, terintegrasi dalam setiap proses kerja, berbasis risiko, dan berorientasi pada hasil. Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan akuntabel.

Selain penguatan sistem pengawasan, peserta juga mendapatkan penekanan mengenai pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, manipulasi layanan, hingga potensi pelanggaran integritas lainnya. Seluruh jajaran diharapkan senantiasa menjunjung tinggi kepatuhan terhadap peraturan serta menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan intern merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pengawasan intern yang kuat bukan hanya menjadi instrumen pengendalian, tetapi juga budaya kerja yang harus diterapkan oleh seluruh pegawai. Melalui penguatan ini, kami berkomitmen terus meningkatkan integritas, mencegah terjadinya penyimpangan, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Unggul.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penguatan sistem pengawasan intern, peningkatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bapas Surakarta Ikuti Peringatan Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Pemenuhan Hak Anak Binaan


Suraka


rta
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 secara daring pada Senin (21/7). Kegiatan yang dipusatkan di LPKA Kelas I Tangerang tersebut mengusung tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan" sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak serta perlindungan bagi anak yang sedang menjalani proses pembinaan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro beserta jajaran mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB. Acara dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang bersama-sama menyampaikan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pembinaan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Melalui tema "Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan", kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan anak binaan untuk mendengarkan aspirasi, harapan, serta memperkuat motivasi mereka dalam menjalani proses pembinaan. Selain itu, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pemenuhan hak-hak anak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta pemberian layanan pembinaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta Unggul Widiyo Saputro menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus mengedepankan pendekatan yang humanis dalam pembinaan anak.

"Anak binaan tetap memiliki hak untuk memperoleh perlindungan, pendidikan, pembinaan, dan kesempatan memperbaiki masa depan. Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami berkomitmen mendukung terwujudnya pembinaan yang ramah anak, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif," ujar Unggul.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan hak anak, sekaligus membangun optimisme bagi anak binaan agar mampu meraih masa depan yang lebih cerah setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

Monday, July 20, 2026

Bapas Surakarta Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Perundungan melalui Program Bapas Goes to School di SMP Warga Surakarta

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan perlindungan anak melalui program Bapas Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Warga Surakarta, Senin (20/7), dengan mengusung tema "Toleran dengan Beriman" dan "Happy Tanpa Bully".

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Warga Surakarta pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh 75 peserta didik baru. Selain memberikan pembekalan karakter kepada para siswa, kegiatan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Sutomo selaku Ketua Tim Bapas Goes to School SMP Warga Surakarta didampingi oleh PK Muda Andrina, PK Pertama Didik Budi, PK Pertama Galuh Ika, PK Pertama Fadli, serta Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas), Aldo Satria.

Dalam penyampaiannya, Sutomo menekankan bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini. Menurutnya, membangun budaya saling menghargai, toleransi, dan kepedulian antarsesama akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Melalui program Bapas Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para peserta didik bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sikap toleransi, empati, dan saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi masalah," ujar Sutomo.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Bapas di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan anak sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembimbingan klien, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah preventif melalui penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan selama kegiatan mengajak para peserta didik untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat dengan teman sebaya, serta berani menolak dan melaporkan tindakan perundungan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis maupun hukum dari perilaku bullying, sehingga diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang positif.

Sunday, July 19, 2026

Bapas Surakarta dan SMAN 5 Surakarta Perkuat Komitmen Cegah Bullying Melalui MPLS

 



Surakarta – Sebanyak 360 peserta didik baru SMA Negeri 5 Surakarta mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta budaya saling menghargai dalam kehidupan sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik mengenai pencegahan perundungan (bullying), penguatan karakter, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Anak (BKA), Septanto Edy Nugroho, bersama jajaran Pembimbing Kemasyarakatan.

Kasubsi Bimker BKA Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat yang harus mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

"Bullying bukan sekadar candaan yang berlebihan, tetapi dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Melalui kegiatan MPLS ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh peserta didik bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima. Mari bersama membangun budaya saling menghormati, merangkul perbedaan, dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan," ujar Septanto.

Kehadiran Bapas Surakarta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Koordinator MPLS SMA Negeri 5 Surakarta, Bayu, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam memberikan pembekalan kepada peserta didik baru.

"Kami menyambut baik kehadiran Bapas Surakarta dalam MPLS tahun ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini, terutama dalam membangun karakter, empati, dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah," ungkap Bayu.

Melalui kolaborasi antara SMA Negeri 5 Surakarta dan Bapas Kelas I Surakarta, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama. Sebab, menjadi pribadi yang keren bukanlah dengan merendahkan orang lain, melainkan dengan saling mendukung, menghargai perbedaan, dan bertumbuh bersama untuk meraih prestasi.

 

Sunday, July 12, 2026

*Kabapas Surakarta Ikuti Run Walk Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Jawa Tengah*





*Surakarta* – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, bersama perwakilan anggota Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) Bapas Surakarta mengikuti kegiatan *Run Walk* dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Stadion Manahan Surakarta, Minggu (12/07). Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai instansi, organisasi, serta insan koperasi di Jawa Tengah.


Mengusung tema *"Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya"*, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan gaya hidup sehat, sekaligus mempererat sinergi antaranggota koperasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Di sela kegiatan, Kabapas Surakarta, *Unggul Widiyo Saputro*, menyampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong.


"Melalui tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya', kita diharapkan terus memperkuat peran koperasi agar semakin profesional, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya. Koperasi yang sehat dan berkembang akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta mendukung kemajuan Indonesia," ujar Unggul.


Partisipasi KKPRI Bapas Surakarta dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung pengembangan gerakan koperasi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mempererat solidaritas antaranggota dalam mewujudkan koperasi yang semakin maju dan berdaya saing.

Wednesday, July 8, 2026

Tingkatkan Kualitas Publikasi, Bapas Surakarta Ikuti Asistensi Kehumasan Pemasyarakatan Jawa Tengah




Semarang
– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Asistensi Kehumasan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah di Aula Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Selasa (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan guna mendukung penyampaian informasi publik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Kadiyono. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesamaan persepsi terkait tugas dan fungsi kehumasan di lingkungan Pemasyarakatan agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipublikasikan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Selain itu, Kadiyono juga mengajak seluruh insan humas Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi terbaik selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada organisasi dan masyarakat. Menurutnya, humas memiliki peran strategis sebagai wajah institusi dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemasyarakatan.

Pada sesi materi, Tim Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memaparkan berbagai strategi penyusunan rencana pemberitaan dan publikasi bulanan agar pelaksanaannya lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Peserta juga mendapatkan penguatan terkait teknik penyusunan narasi positif melalui publikasi capaian kinerja sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat citra positif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.

Partisipasi Bapas Kelas I Surakarta dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kehumasan melalui perencanaan publikasi yang sistematis, peningkatan mutu pemberitaan, serta penguatan kompetensi petugas humas. Melalui langkah tersebut, diharapkan informasi mengenai layanan dan capaian kinerja Pemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Monday, July 6, 2026

Outing Class di Pantai Parangtritis, Bapas Surakarta dan YLBI Perkuat Pembinaan Karakter Anak Binaan

 

Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat upaya pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui berbagai program kolaboratif dengan mitra masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Outing Class yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) selaku mitra Griya Abhipraya Bapas Surakarta di kawasan Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Balai Kemasyarakatan dan Anak (BKA) Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, bersama Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Danang Dwi Hariyadi. Kehadiran Bapas Surakarta merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan berbasis masyarakat yang selama ini dijalankan YLBI dalam mendampingi anak binaan dan klien pemasyarakatan.

YLBI sendiri telah menjalin kerja sama dengan Bapas Kelas I Surakarta selama lebih dari lima tahun dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan, rehabilitasi sosial, serta reintegrasi bagi klien pemasyarakatan, khususnya anak. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan, pembinaan, dan pencegahan pengulangan tindak pidana.

Kegiatan Outing Class turut dihadiri oleh Pimpinan YLBI Sunardi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sragen Pamungkas, perwakilan Puskesmas Tanon I dan Tanon II, Kanit Intelkam/Narkoba Polsek Tanon, serta Pemerintah Desa Tanon. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak 22 anak binaan YLBI mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjadi klien Bapas Kelas I Surakarta, baik yang masih berada dalam proses peradilan maupun yang sedang menjalani program pembinaan di YLBI.

Melalui konsep pembelajaran di luar kelas, para peserta memperoleh pengalaman edukatif yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan sosial, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat karakter positif. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dirancang untuk menumbuhkan motivasi anak dalam merencanakan masa depan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan produktif.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan lingkungan sosial dan pengalaman langsung di lapangan menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung proses perubahan perilaku anak. Menurutnya, kegiatan seperti Outing Class mampu memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri secara positif.

“Pembinaan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan formal. Diperlukan pengalaman belajar yang menyenangkan, edukatif, dan mampu membangun karakter. Melalui sinergi bersama YLBI dan para pemangku kepentingan, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, Bapas Kelas I Surakarta akan terus memperkuat kerja sama dengan YLBI selaku Griya Abhipraya dan berbagai pihak terkait guna mengoptimalkan program pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Selain itu, Pembimbing Kemasyarakatan akan terus melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan proses pembinaan sekaligus mencegah terjadinya residivisme.

Kegiatan Outing Class ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Thursday, June 25, 2026

Bapas Surakarta Perkuat Komitmen Raih dan Pertahankan Predikat WBBM melalui Rapat Evaluasi Zona Integritas

 

Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui penyelenggaraan Rapat Evaluasi Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI), Rabu (24/6), di Aula Bapas Kelas I Surakarta.




Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, tersebut diikuti oleh seluruh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) dan perwakilan Tim Pembangunan Zona Integritas. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan Zona Integritas sekaligus memperkuat langkah-langkah percepatan menuju terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dalam evaluasi yang dilakukan, masing-masing Pokja memaparkan progres pelaksanaan program kerja, pemenuhan data dukung, serta berbagai kendala yang masih dihadapi pada setiap area perubahan. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan strategi tindak lanjut guna memastikan seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara optimal dan berkelanjutan.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan upaya nyata dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan berintegritas. Menurutnya, keberhasilan meraih dan mempertahankan predikat WBBM hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama, sinergi antartim, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pembangunan Zona Integritas harus menjadi tanggung jawab bersama. Setiap Pokja harus mampu memastikan seluruh program berjalan efektif dan seluruh data dukung tersusun dengan baik. Yang lebih penting, nilai-nilai integritas harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan kualitas pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” tegas Unggul.

Melalui rapat evaluasi ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan kesiapannya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung reformasi birokrasi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, bersih, dan terpercaya.

Wednesday, June 17, 2026

Perkuat Pembimbingan dan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan, Bapas Surakarta Perpanjang Kerja Sama dengan YIBB-RSM

 

Perkuat Pembimbingan dan Pemberdayaan Klien Pemasyarakatan, Bapas Surakarta Perpanjang Kerja Sama dengan YIBB-RSM

Surakarta – Upaya memperkuat pembimbingan dan pemberdayaan Klien Pemasyarakatan terus dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan melakukan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar (YIBB-RSM), yang ditandatangani di Aula Bapas Kelas I Surakarta, Rabu (17/6/2026).




Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, jajaran pejabat struktural dan pegawai Bapas Surakarta, Ketua Pengurus Daerah YIBB-RSM, serta sejumlah Klien Pemasyarakatan. Perpanjangan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi penguatan peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembimbingan, pendampingan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan klien.

Dalam sambutannya, Unggul Widiyo Saputro menegaskan bahwa keberhasilan proses pemasyarakatan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi sosial dan lembaga masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang mendukung proses perubahan perilaku serta reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan.

Menurutnya, kemitraan yang terjalin antara Bapas Surakarta dan YIBB-RSM selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pembimbingan kemasyarakatan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama menjadi sarana bagi klien untuk memperoleh pendampingan, penguatan motivasi, serta bekal keterampilan yang dapat digunakan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Pemasyarakatan pada hakikatnya tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada upaya pembinaan dan pemberdayaan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra strategis seperti YIBB-RSM menjadi sangat penting untuk memastikan klien mendapatkan dukungan yang komprehensif dalam proses reintegrasi sosial,” ujar Unggul.

Perpanjangan kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen kedua belah pihak dalam memperluas cakupan layanan bagi Klien Pemasyarakatan. Ke depan, sinergi yang dibangun diharapkan mampu mendukung pelaksanaan berbagai program rehabilitasi sosial, pembinaan kepribadian, pengembangan keterampilan, hingga penguatan kemandirian klien agar lebih siap menjalani kehidupan secara produktif dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.

Ketua Pengurus Daerah YIBB-RSM menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan yayasan untuk terus mendukung program-program pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan sosial. Menurutnya, pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan merupakan kunci penting dalam membantu klien membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Penandatanganan perpanjangan PKS berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen Bapas Surakarta dan YIBB-RSM untuk terus bersinergi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pembimbingan kemasyarakatan yang profesional dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung terwujudnya tujuan pemasyarakatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Layanan PK Bangkom BPSDM Imipas




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Sosialisasi Layanan Permohonan Kegiatan Pengembangan Kompetensi (PK Bangkom) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (BPSDM Imipas) secara virtual pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dari Aula Bapas Kelas I Surakarta tersebut diikuti oleh Kasubag Tata Usaha, Kasi Bimbingan Klien Dewasa, Kaur Kepegawaian, Kaur Umum, serta staf kepegawaian sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan absensi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Plt. Kepala BPSDM Imipas, Dr. Muhammad Tito Andrianto, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan aparatur yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan organisasi yang semakin dinamis. Oleh karena itu, setiap satuan kerja diharapkan dapat memanfaatkan layanan PK Bangkom secara optimal guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi dengan menghadirkan narasumber dari BPSDM Imipas. Sesi pertama disampaikan oleh Pujo Harinto, Bc.I.P., S.Sos., M.Si., selaku Kepala Pusat Pengembangan dan Penilaian Kompetensi. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengajuan kegiatan pengembangan kompetensi yang terintegrasi melalui layanan PK Bangkom. Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya perencanaan kebutuhan kompetensi yang selaras dengan tugas dan fungsi masing-masing unit kerja.

Sementara itu, sesi kedua disampaikan oleh Dede Kurnia Supriatna, salah satu tim pengembang aplikasi PK Bangkom BPSDM Imipas. Dalam paparannya, peserta diberikan penjelasan teknis terkait fitur-fitur aplikasi, alur pengajuan layanan, hingga langkah-langkah operasional yang harus dilakukan oleh operator kepegawaian di tingkat Unit Pelaksana Teknis maupun Kantor Wilayah. Penjelasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan operator dalam mengelola proses pengembangan kompetensi secara efektif dan akuntabel.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi layanan maupun kendala teknis yang mungkin dihadapi dalam penggunaan aplikasi. Para narasumber memberikan penjelasan secara komprehensif sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tata kelola layanan PK Bangkom.

Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi pegawai merupakan investasi penting bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap sistem dan mekanisme PK Bangkom akan membantu satuan kerja dalam merencanakan serta mengelola kebutuhan peningkatan kompetensi pegawai secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kompetensi pegawai sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia pemasyarakatan yang unggul, profesional, dan berintegritas. Diharapkan implementasi layanan PK Bangkom dapat semakin optimal sehingga mendukung peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat

Sunday, June 7, 2026

Kabapas Surakarta Tekankan Integritas, Disiplin, dan Pelayanan Prima dalam Apel Pegawai




Surakarta – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Bapas Kelas I Surakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai bagian dari upaya menjaga kedisiplinan serta memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Unggul Widiyo Saputro menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pelaksanaan tugas kedinasan. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dibangun melalui sikap profesional, jujur, dan bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh setiap pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi. Integritas bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga bagaimana kita mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi teladan dalam bekerja," ujar Unggul dalam arahannya.

Selain menekankan pentingnya integritas, Kabapas Surakarta juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus menjaga kedisiplinan dan meningkatkan etos kerja. Ia menilai bahwa disiplin menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai target kinerja. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu melaksanakan tugas secara optimal, tepat waktu, serta senantiasa berorientasi pada hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Unggul juga menyoroti pentingnya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan kantor. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antarbidang guna menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kolaborasi yang baik antar seluruh unsur organisasi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, khususnya dalam pembimbingan, pendampingan, pengawasan, dan pelayanan terhadap klien Pemasyarakatan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.

Apel pagi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai terhadap tugas yang diemban. Kabapas berharap setiap jajaran mampu bekerja dengan penuh dedikasi serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kegiatan apel berlangsung dengan khidmat dan diikuti secara antusias oleh seluruh pegawai. Melalui arahan yang disampaikan, diharapkan seluruh jajaran Bapas Kelas I Surakarta semakin termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan dipercaya oleh masyarakat.

Bapas Surakarta Perkuat Strategi Komunikasi untuk Membangun Citra Positif Pemasyarakatan




Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan dalam rangka Peningkatan Pelaksanaan Membangun Citra dan Reputasi Pemasyarakatan yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural yang membidangi kehumasan serta tim humas pada Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang digagas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi publik Pemasyarakatan. Melalui penguatan strategi komunikasi yang efektif, diharapkan setiap satuan kerja mampu membangun citra positif institusi secara berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dan Arkam, yang mengulas berbagai strategi komunikasi publik, pengelolaan informasi, serta optimalisasi peran kehumasan dalam mendukung pembangunan reputasi institusi. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa citra positif Pemasyarakatan harus dibangun melalui penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Setiap satuan kerja didorong untuk secara aktif mempublikasikan program, inovasi, capaian kinerja, serta berbagai praktik baik yang telah dilaksanakan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Selain itu, narasumber juga menyoroti pentingnya menciptakan keseimbangan informasi di ruang publik dengan memperbanyak publikasi kegiatan positif. Langkah tersebut dinilai penting agar persepsi masyarakat terhadap Pemasyarakatan tidak hanya terbentuk dari pemberitaan yang bersifat negatif, melainkan juga dari berbagai keberhasilan dan kontribusi nyata yang telah dilakukan jajaran Pemasyarakatan. Publikasi yang terencana, masif, dan berkesinambungan diyakini mampu menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja Pemasyarakatan kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa keberhasilan fungsi kehumasan memerlukan dukungan penuh dari pimpinan satuan kerja, baik melalui kebijakan, pembinaan, maupun penyediaan sarana pendukung. Dukungan tersebut menjadi semakin penting mengingat hingga saat ini belum terdapat jabatan fungsional khusus kehumasan pada Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan serta belum tersedianya alokasi anggaran yang secara spesifik diperuntukkan bagi kegiatan kehumasan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan media, publikasi, dokumentasi, dan komunikasi publik. Dengan strategi komunikasi yang semakin kuat dan terarah, diharapkan berbagai program serta kinerja Pemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat, sehingga mampu mendukung terwujudnya citra Pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan terpercaya.

Monday, June 1, 2026

BAPAS SURAKARTA GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2026, TEGUHKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN PELAYANAN BERLANDASKAN NILAI PANCASILA

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6). Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Bapas Surakarta tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan berlangsung dengan khidmat, tertib, serta penuh semangat kebangsaan.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro, memimpin jalannya upacara yang sederhana namun sarat makna. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebagai refleksi atas pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia.

Dalam amanatnya, Unggul Widyo Saputro membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia, Pancasila terbukti menjadi fondasi kokoh yang mempersatukan seluruh elemen bangsa serta menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai dinamika dan perubahan zaman.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, seluruh jajaran Bapas Kelas I Surakarta diajak untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, khususnya dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas kepada masyarakat. Semangat gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Upacara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar nilai-nilai luhur Pancasila senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semangat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas serta mendukung pembangunan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.