Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat upaya pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui berbagai program kolaboratif dengan mitra masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Outing Class yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) selaku mitra Griya Abhipraya Bapas Surakarta di kawasan Pantai Parangtritis, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubsi Bimbingan Kerja Balai Kemasyarakatan dan Anak (BKA) Bapas Kelas I Surakarta, Septanto Edy Nugroho, bersama Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Danang Dwi Hariyadi. Kehadiran Bapas Surakarta merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan berbasis masyarakat yang selama ini dijalankan YLBI dalam mendampingi anak binaan dan klien pemasyarakatan.
YLBI sendiri telah menjalin kerja sama dengan Bapas Kelas I Surakarta selama lebih dari lima tahun dalam mendukung pelaksanaan pembimbingan, rehabilitasi sosial, serta reintegrasi bagi klien pemasyarakatan, khususnya anak. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan, pembinaan, dan pencegahan pengulangan tindak pidana.
Kegiatan Outing Class turut dihadiri oleh Pimpinan YLBI Sunardi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sragen Pamungkas, perwakilan Puskesmas Tanon I dan Tanon II, Kanit Intelkam/Narkoba Polsek Tanon, serta Pemerintah Desa Tanon. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Sebanyak 22 anak binaan YLBI mengikuti kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjadi klien Bapas Kelas I Surakarta, baik yang masih berada dalam proses peradilan maupun yang sedang menjalani program pembinaan di YLBI.
Melalui konsep pembelajaran di luar kelas, para peserta memperoleh pengalaman edukatif yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan sosial, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat karakter positif. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan dirancang untuk menumbuhkan motivasi anak dalam merencanakan masa depan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan produktif.
Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan yang melibatkan lingkungan sosial dan pengalaman langsung di lapangan menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung proses perubahan perilaku anak. Menurutnya, kegiatan seperti Outing Class mampu memberikan ruang bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri secara positif.
“Pembinaan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan formal. Diperlukan pengalaman belajar yang menyenangkan, edukatif, dan mampu membangun karakter. Melalui sinergi bersama YLBI dan para pemangku kepentingan, kami berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Bapas Kelas I Surakarta akan terus memperkuat kerja sama dengan YLBI selaku Griya Abhipraya dan berbagai pihak terkait guna mengoptimalkan program pembimbingan dan reintegrasi sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Selain itu, Pembimbing Kemasyarakatan akan terus melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan proses pembinaan sekaligus mencegah terjadinya residivisme.
Kegiatan Outing Class ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
.jpg)
.jpg)






0 comments:
Post a Comment