Surakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta menggelar kegiatan penyuluhan dan pembekalan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada sejumlah klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surakarta. Acara edukatif ini dilaksanakan di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Penyuluhan ini menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang dampak jangka panjang narkotika, khususnya jenis sabu dan ganja. Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh narasumber dari BNN Kota Surakarta adalah penjelasan medis dan psikologis bahwa residu serta dampak zat adiktif dari sabu dan ganja ternyata masih dapat tetap aktif di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi otak, meskipun seseorang telah berhenti menggunakannya dalam jangka waktu tertentu.
Oleh karena itu, pemulihan mental dan fisik secara menyeluruh sangat dibutuhkan oleh para mantan pengguna agar terhindar dari ancaman relaps (kambuh kembali) serta kerusakan organ lanjutan.
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah klien Bapas Surakarta ini berlangsung dengan tertib, interaktif, dan lancar dari awal hingga akhir acara. Para peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi serta aktif berdiskusi seputar upaya menjaga pola hidup sehat dan bersih dari narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan sinergi antara BNN Kota Surakarta dan Bapas Surakarta ini, diharapkan para klien dapat semakin termotivasi untuk menjalani proses reintegrasi sosial secara positif serta berkomitmen kuat untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika.






0 comments:
Post a Comment