Monday, July 20, 2026

Bapas Surakarta Tanamkan Nilai Toleransi dan Anti-Perundungan melalui Program Bapas Goes to School di SMP Warga Surakarta

 



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat perannya dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan perlindungan anak melalui program Bapas Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Warga Surakarta, Senin (20/7), dengan mengusung tema "Toleran dengan Beriman" dan "Happy Tanpa Bully".

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Warga Surakarta pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini diikuti oleh 75 peserta didik baru. Selain memberikan pembekalan karakter kepada para siswa, kegiatan juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Tim Bapas Surakarta dipimpin oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Sutomo selaku Ketua Tim Bapas Goes to School SMP Warga Surakarta didampingi oleh PK Muda Andrina, PK Pertama Didik Budi, PK Pertama Galuh Ika, PK Pertama Fadli, serta Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekimipas), Aldo Satria.

Dalam penyampaiannya, Sutomo menekankan bahwa sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini. Menurutnya, membangun budaya saling menghargai, toleransi, dan kepedulian antarsesama akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

"Melalui program Bapas Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran kepada para peserta didik bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sikap toleransi, empati, dan saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh sejak hari pertama mereka berada di sekolah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan setelah terjadi masalah," ujar Sutomo.

Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran Bapas di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan anak sekaligus memperkenalkan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembimbingan klien, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah preventif melalui penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan selama kegiatan mengajak para peserta didik untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat dengan teman sebaya, serta berani menolak dan melaporkan tindakan perundungan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis maupun hukum dari perilaku bullying, sehingga diharapkan mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang positif.

0 comments:

Post a Comment