Friday, September 11, 2026

Bapas Surakarta Perkuat Pembimbingan Kepribadian Klien melalui Peringatan Maulid Nabi



Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta terus memperkuat pembimbingan kepribadian bagi klien pemasyarakatan melalui pendekatan kerohanian. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pembimbingan kerohanian Islam yang dikemas dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Bapas Surakarta, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti sembilan Klien Bapas Kelas I Surakarta, delapan pegawai, serta 16 peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS).

Pembimbingan dipimpin oleh Ustadz Fauzi Sumadi dengan mengangkat tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan tersebut, para klien diajak untuk kembali memahami nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan perbaikan perilaku.

“Pembimbingan kepribadian melalui pendekatan kerohanian bukan hanya tentang memberikan pemahaman agama, tetapi juga bagaimana nilai-nilai kebaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, klien memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro.

Menurutnya, proses pembimbingan bagi klien tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban selama menjalani program pemasyarakatan. Pendampingan juga diarahkan untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan kesiapan klien agar mampu kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung proses perubahan perilaku dan reintegrasi sosial klien.

“Kami ingin setiap pembimbingan memberikan ruang bagi klien untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri. Ketika mereka kembali ke masyarakat, yang diharapkan bukan sekadar bebas dari persoalan hukum, tetapi juga memiliki kesiapan untuk hidup secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” lanjut Unggul.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bapas Kelas I Surakarta menghadirkan pembimbingan pemasyarakatan yang menyentuh aspek kepribadian secara utuh. Pendekatan kerohanian diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi klien dalam membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif.

Melalui pembimbingan yang berkelanjutan, Bapas Surakarta berkomitmen mendampingi klien dalam menjalani proses perubahan hingga mampu kembali ke tengah masyarakat secara sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.

0 comments:

Post a Comment