Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto Kembali Terpilih Pimpin Persambi Solo

nggota DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Ekya Sih Hananto, kembali memimpin Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Solo periode 2025-2029.

Finnet Raih 2 Penghargaan, TOP CSR Awards dan TOP Leader on CSR Commitment 2025

PT Finnet Indonesia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bergerak di bidang penyelenggaraan sistem pembayaran digital di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2025

Jadi Pusat Riset, Tiga Serangkai University Surakarta Resmikan Laboratorium Baru

Universitas Tiga Serangkai atau Tiga Serangkai University (TSU) Surakarta meresmikan laboratorium riset di kampus setempat, Jl. K.H Samanhudi No.84-86, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (26/6/2025).

Mendikdasmen Buka Jambore Relawan Muhammadiyah-Asyiyah di Karanganyar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ahmad Mu'ti resmi membuka Jambore Relawan Muhammadiyah–Aisyiyah di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Hadiri Rangkaian 1 Sura di Solo, Menteri Fadli Zon: Lestarikan Budaya ke Akarnya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri rangkaian acara menyambut 1 Sura yang merupakan tahun baru Islam dan kalender Jawa di Kota Solo.

Tuesday, September 22, 2026

Piket Layanan Pos Bapas Lapas Kelas IIA Sragen Tingkatkan Akses Pelayanan bagi Warga Binaan


Sragen, 22 September 2026– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan piket layanan di Pos Bapas Lapas Kelas IIA Sragen pada Selasa, 22 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pegawai Bapas Kelas I Surakarta bersama peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan Bapas kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)sekaligus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas dalam bidang pelayanan, pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan informasi mengenai layanan Bapas serta membantu proses administrasi dan pelayanan yang dibutuhkan.


Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja sama antara pegawai Bapas, petugas Lapas Kelas IIA Sragen, dan peserta MagangHub. Peserta magang turut membantu dalam memberikan pelayanan, melakukan pendataan, serta mendukung kelancaran kegiatan sesuai dengan arahan dan pengawasan petugas.


Kegiatan piket layanan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dan Warga Binaan Pemasyarakatan dapat memperoleh pelayanan Bapas yang mudah diakses, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta MagangHub untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas di lapangan.


Melalui kegiatan piket layanan secara rutin, Bapas Kelas I Surakarta terus berupaya menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan koordinasi dengan Lapas Kelas IIA Sragen. Dengan adanya sinergi antara petugas dan peserta MagangHub, pelaksanaan pelayanan di Pos Bapas diharapkan dapat berjalan secara efektif dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.


Monday, September 21, 2026

Bapas Kelas I Surakarta Ikuti Rapat Koordinasi Kemenimipas Tahun 2026

 Surakarta, 21 September 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bersama melalui media konferensi video. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Bapas Kelas I Surakarta dari Aula Bapas Kelas I Surakarta pada Senin (21/9/2026).


Rapat koordinasi tahun 2026 mengusung tema “Dari Evaluasi Menuju Aksi: Wujudkan Kinerja Kemenimipas yang Berkualitas dan Berintegritas.” Dalam kegiatan tersebut, jajaran pegawai Bapas Kelas I Surakarta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib dan penuh perhatian.


Melalui rapat koordinasi tersebut, berbagai arahan dan evaluasi disampaikan sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan tugas ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi jajaran untuk meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarjajaran. Setiap arahan yang disampaikan diharapkan dapat dipahami dan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing guna mendukung pelaksanaan tugas yang efektif dan optimal.


Jajaran Bapas Kelas I Surakarta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Pelaksanaan rapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif hingga kegiatan selesai.


Melalui Rapat Koordinasi Kemenimipas Tahun 2026, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dengan mengedepankan profesionalitas, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas pemasyarakatan.


Bapas Surakarta Berikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa FH Universitas Islam Batik tentang Narkotika



Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta dalam rangka mengikuti kuliah umum mengenai narkotika. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami persoalan penyalahgunaan narkotika sekaligus mengenal lebih dekat peran dan tugas dan fungsi Bapas dalam sistem pemasyarakatan.

Kegiatan diikuti oleh 20 mahasiswa dan dibuka oleh Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widyo Saputro. Dalam sambutannya, Unggul menyampaikan bahwa pemahaman mengenai narkotika tidak hanya penting dari perspektif hukum, tetapi juga perlu melihat aspek sosial serta proses pendampingan dan pembimbingan terhadap individu yang berhadapan dengan hukum.

“Mahasiswa hukum perlu memahami bahwa persoalan narkotika tidak berhenti pada proses penegakan hukum. Ada aspek pendampingan, pembimbingan, pengawasan, serta upaya reintegrasi sosial yang menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan,” ujar Unggul.

Materi kuliah umum kemudian disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Pertama Bapas Surakarta, Rizki Primanda dan Priyo Wibowo. Keduanya memberikan pemahaman mengenai narkotika dari perspektif pemasyarakatan, termasuk peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan Klien Pemasyarakatan.

Selain mendapatkan materi mengenai narkotika, para mahasiswa juga diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Bapas, mulai dari pembuatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pendampingan, pembimbingan, hingga pengawasan terhadap Klien. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kontribusi Bapas dalam mendukung proses peradilan dan reintegrasi sosial.

Kegiatan dipandu oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Miranti Nilasari, selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mendalami berbagai persoalan yang berkaitan dengan penanganan kasus narkotika serta pelaksanaan tugas Bapas.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga menghadirkan Klien Pemasyarakatan sebagai bagian dari sesi edukasi. Kehadiran Klien memberikan perspektif langsung mengenai pengalaman menjalani proses hukum serta pembimbingan di Bapas, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya dipahami dari sisi teori dan regulasi, tetapi juga melalui pengalaman nyata.

“Pengalaman Klien dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa di balik sebuah perkara terdapat proses panjang yang perlu dilihat secara utuh. Pendekatan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya memahami hukum dari sisi normatif, tetapi juga memahami aspek kemanusiaan dan sosial dalam pelaksanaannya,” kata Rizki.

Sementara itu, Priyo menekankan pentingnya peran Bapas dalam memastikan Klien mendapatkan pembimbingan dan pengawasan sesuai ketentuan, sekaligus memperoleh dukungan untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

Melalui kuliah umum tersebut, Bapas Surakarta terus membuka ruang kolaborasi edukatif dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa hukum mengenai sistem pemasyarakatan sekaligus memperkenalkan secara langsung peran strategis Bapas dalam mendukung proses peradilan, pembimbingan, pengawasan, dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.

Ikhtiar Spiritual di Tengah Musim Kemarau, Bapas Surakarta Gelar Salat Istisqa


Surakarta- Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menggelar kegiatan ibadah Salat Istisqa dan doa bersama pada hari Senin, 21 September 2026. Agenda religius ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, keberkahan, serta kemudahan kepada Allah SWT. Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri, memohon ampunan, dan bertaubat atas segala kekhilafan.

Pelaksanaan ibadah ini melibatkan para pegawai, peserta MagangHub, serta klien pemasyarakatan dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan ketertiban. Keterlibatan klien dalam kegiatan keagamaan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian untuk membangun kesadaran spiritual yang lebih kuat. Melalui kegiatan ini, para klien didorong untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta berkomitmen melakukan perubahan positif dalam diri mereka.

Selain aspek ibadah, rangkaian kegiatan tersebut juga diintegrasikan secara langsung dengan edukasi pelestarian lingkungan hidup dan penghematan air. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas kantor serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab sosial dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan khidmat di bawah pengawasan ketat Pembimbing Kemasyarakatan. Kegiatan bersama ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mempererat kebersamaan, kepedulian sosial, serta silaturahmi antar-elemen di lingkungan Bapas Surakarta. Pihak instansi berharap pembinaan berkesinambungan ini mampu melahirkan individu yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya.

Saturday, September 19, 2026

Tak Sekadar Magang, Peserta MagangHub Turut Rawat Green Farm Bapas Surakarta

 Surakarta – Semangat menjaga lingkungan tumbuh melalui kolaborasi. Pegawai Bapas Kelas I Surakarta bersama peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaksanakan piket dan perawatan Green Farm Bapas Kelas I Surakarta pada Sabtu (19/09).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan Green Farm tetap bersih, rapi, dan terawat. Tidak hanya menjalankan tugas piket, peserta MagangHub turut terlibat langsung dalam pemantauan serta perawatan area Green Farm.

Dengan pembagian tugas yang telah ditentukan, pegawai dan peserta magang bahu-membahu menjaga kebersihan, merapikan lingkungan, serta memastikan berbagai area Green Farm tetap dalam kondisi baik. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga mempererat interaksi antara pegawai dan peserta magang.

Bagi peserta MagangHub, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya kerja sama dalam menyelesaikan tugas.

Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan piket di Green Farm menjadi ruang pembelajaran bagi peserta magang untuk mengenal budaya kerja secara langsung. Nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian pun dibangun melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.


Melalui pelaksanaan piket secara rutin dan terkoordinasi, Bapas Kelas I Surakarta terus berkomitmen menjaga Green Farm sebagai lingkungan yang bersih, tertata, dan terpelihara. Kolaborasi bersama peserta MagangHub juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang tertib, produktif, sekaligus sarat dengan semangat kebersamaan.

Friday, September 18, 2026

Bapas Surakarta Tetap Layani Masyarakat di Tengah Kebijakan Efisiensi



Surakarta
— Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat dan klien berjalan optimal pada Jumat (18/9/2026), di tengah penerapan kebijakan efisiensi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan tetap terselenggaranya seluruh layanan sesuai dengan tugas dan fungsi Bapas. Pelayanan diberikan secara tertib dengan tetap mengedepankan kualitas dan kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan pelayanan turut didukung oleh peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dari bagian fasilitatif. Selain itu, Bapas Surakarta juga melibatkan satu mahasiswa magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan dua mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Keterlibatan peserta magang tersebut membantu mendukung kelancaran aktivitas pelayanan dan administrasi di lingkungan Bapas Surakarta.

Di tengah penyesuaian pola kerja melalui Work From Home (WFH), pelaksanaan tugas substantif pemasyarakatan tetap berjalan. Para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) tetap melaksanakan tugas sesuai penugasan, termasuk penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan layanan substantif kepada klien tetap berlangsung sesuai kebutuhan.

Seluruh layanan yang menjadi tugas dan fungsi Bapas Surakarta tetap diberikan kepada masyarakat dan klien. Pelayanan administrasi maupun layanan substantif dilaksanakan dengan memperhatikan ketertiban, ketepatan, serta standar pelayanan yang berlaku. Dengan dukungan seluruh jajaran, pelayanan tetap berjalan secara optimal tanpa mengalami gangguan meskipun terdapat kebijakan efisiensi.

Bapas Kelas I Surakarta terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik dalam setiap kondisi. Efisiensi diterapkan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Melalui sinergi antara pegawai, peserta MagangHub, dan mahasiswa magang, pelayanan kepada masyarakat dan klien tetap berjalan secara prima.


Thursday, September 17, 2026

Jaga Konsistensi Pelayanan, Bapas Kelas I Surakarta Gelar Piket Rutin di MPP Karanganyar

 


​Karanganyar — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta kembali menyiagakan personelnya dalam agenda piket rutin di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Karanganyar pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan berkala ini terus dijalankan guna memastikan akses informasi dan pelayanan pemasyarakatan bagi masyarakat tetap berjalan tertib, lancar, serta transparan.


​Dalam penugasan harian tersebut, petugas beserta peserta magang Bapas Surakarta secara aktif mendampingi dan memberikan petunjuk layanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain melayani warga, personel piket juga secara konsisten menyusun jurnal laporan harian sebagai bentuk akuntabilitas dan kerapian administrasi.


​Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa keterlibatan jajarannya di MPP Karanganyar merupakan wujud komitmen pelayanan publik yang berkelanjutan. Ia berpesan agar seluruh petugas piket senantiasa mempertahankan kedisiplinan, ketelitian, serta ketanggapan dalam menjalankan tugas harian.


Dukung Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Publik, Bapas Surakarta Ikuti Sosialisasi Pedoman Evaluasi Kebijakan

 

Surakarta– Dalam upaya mewujudkan tata kelola kebijakan publik yang berkualitas, responsif, dan berbasis bukti, Pusat Strategi Kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ikuti kegiatan Sosialisasi Pedoman Analisis dan Evaluasi Kebijakan pada Kamis (17/9/2026).


Kegiatan ini secara resmi mengenalkan berlakunya Pedoman Analisis dan Evaluasi Kebijakan Nomor M.IP-32.PR.02.01 Tahun 2026, yang merupakan pedoman teknis turunan dari Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Permenimipas) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Kebijakan Publik.


Sosialisasi ini bertujuan untuk menilai kinerja peraturan di bawah Undang-Undang secara sistematis. Hasil dari evaluasi regulasi ex-post ini menjadi elemen kunci dalam mengukur Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) serta penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) di lingkungan kementerian.


Pelaksanaan evaluasi dilakukan menggunakan metode pendekatan 6 (enam) dimensi utama, yang meliputi:

1. Dimensi Pancasila

2. Ketepatan Jenis Peraturan Perundang-undangan

3. Potensi Disharmoni Pengaturan

4. Kejelasan Rumusan

5. Kesesuaian Norma dengan Asas Materi Muatan

6. Efektivitas Pelaksanaan


Dari hasil evaluasi 6 dimensi tersebut, akan dihasilkan tiga kategori rekomendasi tindak lanjut utama, yaitu meneruskan, mengubah, atau mencabut peraturan. Rekomendasi tersebut selanjutnya dapat dieksekusi melalui langkah regulatif (perubahan aturan) maupun non-regulatif, seperti sosialisasi dan penguatan program.


Kepala Bapas Kelas I Surakarta, Unggul Widiyo Saputro, menegaskan bahwa pemahaman atas pedoman ini sangat penting untuk mendukung operasional dan akuntabilitas di tingkat satuan kerja. "Pemahaman pedoman evaluasi kebijakan ini sangat relevan untuk menunjang kelancaran administrasi Bapas Kelas I Surakarta, khususnya dalam memastikan penyusunan laporan harian, pengelolaan keuangan, dan pengisian aplikasi e-Monev dilakukan secara akuntabel serta sejalan dengan arahan pusat," jelas Unggul.


Sebagai tindak lanjut, Bapas Kelas I Surakarta berkomitmen untuk terus memantau efektivitas regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) internal, serta menyebarluaskan materi evaluasi kebijakan ini kepada seluruh petugas di lingkungan Bapas Surakarta.



PESERTA MAGANGHUB BAPAS KELAS I SURAKARTA LAKSANAKAN PIKET POS BAPAS DI LAPAS KELAS IIA SRAGEN

Sragen, Kamis, 17 September 2026 – Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan yang bertugas di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan piket di Pos Bapas Lapas Kelas IIA Sragen pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program magang untuk memberikan pengalaman kerja secara langsung dalam bidang pelayanan dan pembimbingan kemasyarakatan.


Dalam kegiatan tersebut, peserta magang turut membantu pelaksanaan pelayanan dan penerimaan klien pemasyarakatan yang datang ke Pos Bapas. Kegiatan meliputi penerimaan klien, membantu proses administrasi, serta memberikan pelayanan dan arahan sesuai dengan kebutuhan klien. Pelaksanaan piket dilakukan dengan mengedepankan sikap ramah, disiplin, sopan, dan bertanggung jawab guna mendukung kelancaran pelayanan kepada klien pemasyarakatan.


Melalui kegiatan ini, peserta MagangHub memperoleh pengalaman dan pemahaman mengenai tata cara pelayanan serta penerimaan klien di Pos Bapas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja pemasyarakatan.


Dengan terlaksananya kegiatan piket Pos Bapas di Lapas Kelas IIA Sragen, diharapkan peserta MagangHub dapat memahami tugas dan fungsi pelayanan Bapas secara lebih mendalam serta turut mendukung pelaksanaan pelayanan yang tertib, profesional, dan humanis kepada klien pemasyarakatan.

Kunjungan Dosen Pembimbing dalam Pelaksanaan Magang Mahasiswa di Bapas Surakarta


Surakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta menerima kunjungan dosen pembimbing dalam rangka monitoring sekaligus penyerahan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di Bapas, Kamis (17/9).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak Bapas yang disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak, Miranti Nilasari. Dalam sambutannya, Miranti menyampaikan ucapan selamat datang kepada Dr. Adriana Grahani Firdausy, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing beserta mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan magang di Bapas Kelas I Surakarta.

Selanjutnya, Dosen Pembimbing secara resmi menyerahkan mahasiswa bimbingannya kepada pihak Bapas untuk mengikuti rangkaian kegiatan magang. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan borang penilaian kepada pihak Bapas yang akan digunakan sebagai instrumen penilaian dan evaluasi mahasiswa selama melaksanakan kegiatan magang di lingkungan instansi.

Selama mengikuti program magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan di Bapas yang disesuaikan dengan mata kuliah yang direkognisi. Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pengetahuan akademik yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Miranti Nilasari turut memberikan penjelasan mengenai tugas dan fungsi Bapas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta melaksanakan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan. Selain itu, disampaikan pula peran Bapas dalam pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan koordinasi antara Dosen Pembimbing, pihak Bapas, dan mahasiswa terkait teknis pelaksanaan magang serta mata kuliah yang direkognisi. Diskusi difokuskan pada keterkaitan antara kegiatan yang akan diikuti mahasiswa selama berada di Bapas dengan capaian pembelajaran dari masing-masing mata kuliah.

Melalui kunjungan dan koordinasi tersebut, diharapkan pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa di Bapas Kelas I Surakarta dapat berjalan secara optimal, sekaligus memberikan pengalaman dan pemahaman praktis yang relevan dengan bidang akademik serta mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.


Wednesday, September 16, 2026

Bapas Kelas I Surakarta Laksanakan Bimbingan Kepribadian Kristen dan Katholik bagi Klien Pemasyarakatan


Surakarta-  Bapas Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan Bimbingan Kepribadian Kristen dan Katholik bagi klien pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya pembimbingan dan pendampingan dalam membantu klien menjalani proses reintegrasi.


Dalam kegiatan tersebut, klien mendapatkan bimbingan yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kepribadian dan kehidupan spiritual melalui penyampaian materi serta refleksi yang berkaitan dengan penerapan nilai-nilai Agama Kristen dan Katholik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dengan komunikatif dan menarik sehingga klien merasa antusias serta mengikuti proses bimbingan dengan baik.


Kegiatan tersebut diikuti pula oleh peserta MagangHub dengan didampingi dan diarahkan oleh Pegawai Bapas kelas 1 Surakarta. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pelaksanaan pembimbingan kepribadian bagi klien pemasyarakatan, khususnya dalam aspek pembinaan spiritual dan penguatan karakter.


Kegiatan Bimbingan Kepribadian Kristen dan Katholik berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui kegiatan pembimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan klien dapat memperkuat nilai-nilai positif dalam dirinya, meningkatkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, serta mampu kembali berperan secara positif di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Tuesday, September 15, 2026

Bapas Surakarta Dampingi Diversi ABH pada Tahap Penyidikan di Polresta Surakarta


Surakarta — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melalui Pembimbing Kemasyarakatan (PK) melaksanakan pendampingan upaya Diversi terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial AT di Polresta Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tahap penyidikan dalam perkara kekerasan yang melibatkan Anak sebagai pihak yang berhadapan dengan hukum. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan dalam memastikan proses penanganan perkara Anak tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi Anak.


Dalam kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Muda Fitri Pramustikasari bersama Asisten Pembimbing Kemasyarakatan Sri Sulistyani hadir untuk memberikan pendampingan kepada Anak. Diversi dilaksanakan dengan melibatkan Anak didampingi orang tua, korban, keluarga korban, Penasihat Hukum, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pembimbing Kemasyarakatan turut menyampaikan rekomendasi berdasarkan hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai bahan pertimbangan dalam proses Diversi.


Pelaksanaan Diversi dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan penyelesaian perkara di luar proses peradilan pidana. Proses tersebut juga memperhatikan kepentingan terbaik bagi Anak sekaligus pemulihan terhadap korban akibat peristiwa yang terjadi. Melalui musyawarah yang dilakukan secara bersama-sama, para pihak akhirnya mencapai kesepakatan Diversi secara damai.


Kesepakatan Diversi yang dicapai berupa perdamaian antara Anak dan korban dengan kewajiban untuk mengganti biaya pengobatan yang timbul akibat peristiwa tersebut. Kesepakatan tersebut diterima oleh para pihak dan selanjutnya dituangkan dalam berita acara serta dokumen kesepakatan Diversi. Seluruh pihak diharapkan dapat melaksanakan kesepakatan tersebut secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.


Bapas Kelas I Surakarta akan terus mendukung pelaksanaan penyelesaian perkara Anak melalui pendekatan Diversi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan terhadap Anak sekaligus mendorong penyelesaian perkara yang memperhatikan kepentingan korban. Hasil kesepakatan Diversi selanjutnya menjadi bagian yang ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak.


Bapas Kelas I Surakarta Laksanakan Pendampingan Klien Tawuran Antar Pelajar di Polres Boyolali


Boyolali — Bapas Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap klien yang terlibat dalam kasus tawuran antarpelajar di Polres Boyolali. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam memberikan pendampingan kepada klien yang berhadapan dengan hukum.


Dalam kegiatan tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan melakukan pendampingan serta menggali informasi mengenai kondisi, latar belakang, dan permasalahan yang dihadapi klien. Pendampingan dilakukan dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan pendekatan yang humanis, serta tetap memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.


Peserta MagangHub turut mengikuti kegiatan pendampingan dengan didampingi dan diarahkan oleh Pembimbing Kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman dan pemahaman secara langsung mengenai proses pendampingan klien, khususnya dalam penanganan kasus yang melibatkan pelajar.


Kegiatan pendampingan di Polres Boyolali berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan klien dapat memahami konsekuensi dari perbuatannya, tidak mengulangi tindakan yang melanggar hukum, serta mampu kembali menjalani kehidupan secara positif di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Bapas Kelas I Surakarta Laksanakan Piket Pos Bapas dan Litmas untuk Pengusulan Pembebasan Bersyarat


Sragen – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan piket Pos Bapas di Lapas Kelas IIA Sragen, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam memberikan pelayanan serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di wilayah kerja.


Dalam kegiatan tersebut, Bapas Kelas I Surakarta juga melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap klien pemasyarakatan dalam rangka pengusulan Pembebasan Bersyarat (PB). Pelaksanaan Litmas dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan melalui proses penggalian dan pengumpulan data serta informasi terkait kondisi dan perkembangan klien.


Data yang dihimpun meliputi identitas dan latar belakang klien, kondisi selama menjalani pidana, perkembangan perilaku, hubungan dengan keluarga, serta kesiapan klien untuk menjalani program integrasi dan kembali ke lingkungan masyarakat.


Pelaksanaan Litmas dilakukan untuk memperoleh gambaran yang objektif dan komprehensif mengenai kondisi klien sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengusulan Pembebasan Bersyarat. Penilaian tersebut juga menjadi bagian dari pemberian rekomendasi dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Kegiatan piket Pos Bapas dan pelaksanaan Litmas berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat dukungan dari pihak Lapas Kelas IIA Sragen. Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan serta mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan secara profesional dan berkelanjutan.


Bapas Surakarta Perkuat Pelayanan Klien melalui Piket di MPP Boyolali

 Boyolali — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan piket pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Boyolali, Selasa (15/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan dan pembimbingan bagi klien pemasyarakatan di wilayah kerja Bapas Surakarta.


Dalam pelaksanaan piket, petugas memberikan pelayanan kepada klien yang datang untuk memenuhi kewajiban lapor selama menjalani program integrasi. Pada kesempatan tersebut, terdapat dua orang klien Pembebasan Bersyarat (PB) yang hadir untuk melaksanakan absen.


Proses pelayanan meliputi penerimaan klien, pengecekan kehadiran, serta pendataan absen klien. Dalam kegiatan tersebut, peserta MagangHub turut membantu menerima dan melakukan pendataan terhadap dua klien yang hadir sesuai dengan arahan petugas.


Pelaksanaan kewajiban lapor secara rutin merupakan salah satu bentuk pemantauan dan pembimbingan terhadap klien selama menjalani program PB. Kehadiran layanan Bapas di MPP Boyolali juga memberikan kemudahan bagi klien dalam memenuhi kewajibannya tanpa harus selalu datang ke kantor utama Bapas Surakarta.


Kegiatan piket pelayanan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui pelayanan yang dilaksanakan secara konsisten, Bapas Kelas I Surakarta terus berupaya memberikan pelayanan yang mudah diakses sekaligus mendukung pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan.



Bapas Surakarta Terima Klien Terorisme dari Lapas Subang

 Surakarta -  Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surakarta menerima seorang klien pemasyarakatan berinisial TG (45) yang sebelumnya menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Subang, Jawa Barat, Selasa (15/9). 


TG merupakan klien dengan perkara terorisme yang selanjutnya akan mendapatkan bimbingan di Bapas Surakarta.


Penerimaan klien dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas dalam memberikan pembimbingan kemasyarakatan terhadap klien guna mendukung proses reintegrasi sosial.


Dalam pelaksanaan pembimbingan, TG akan didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya Bapas Surakarta, Mulyono. Pembimbingan akan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan serta perkembangan klien selama menjalani masa integrasi di tengah masyarakat.


PK Ahli Madya Mulyono menyampaikan bahwa proses pembimbingan menjadi bagian penting dalam memastikan klien mampu menjalani kehidupan di masyarakat secara bertanggung jawab serta mematuhi ketentuan yang berlaku.


“Pembimbingan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan pembimbingan dengan  tetap memperhatikan aspek keamanan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Mulyono.


Bapas Surakarta berkomitmen melaksanakan pembimbingan dan pengawasan secara profesional sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Melalui sinergi antara petugas, keluarga, dan lingkungan masyarakat, diharapkan proses pembimbingan dapat berjalan optimal dan mendukung klien untuk kembali menjalankan fungsi sosialnya secara positif.



Monday, September 14, 2026

Bapas Surakarta Laksanakan Litmas di Lapas Sragen, Peserta MagangHub Turut Terlibat dalam Proses Wawancara


Sragen, 14 September 2026 – Bapas Kelas I Surakarta melaksanakan kegiatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) di Lapas Sragen pada Senin (14/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam melakukan penggalian informasi dan data yang diperlukan untuk penyusunan Penelitian Kemasyarakatan.


Pelaksanaan Litmas dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Surakarta melalui proses wawancara dan penggalian informasi secara langsung kepada klien. Melalui proses tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan memperoleh berbagai informasi yang diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi serta latar belakang klien.


Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut mengikuti secara langsung proses Litmas di Lapas Sragen. Dengan didampingi dan mendapatkan arahan dari petugas, peserta MagangHub berkesempatan melakukan wawancara serta menggali informasi kepada klien. Keterlibatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai salah satu pelaksanaan tugas Pembimbing Kemasyarakatan di lapangan.


Proses wawancara menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Litmas karena informasi yang diperoleh perlu dikumpulkan secara cermat untuk mendukung penyusunan laporan Penelitian Kemasyarakatan. Dalam pelaksanaannya, peserta yang terlibat tetap memperhatikan arahan petugas, etika komunikasi, serta ketertiban selama proses penggalian informasi berlangsung.


Bagi peserta MagangHub, keterlibatan dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memahami secara lebih nyata proses kerja di lingkungan Balai Pemasyarakatan. Pengalaman mengikuti wawancara dan penggalian informasi secara langsung memberikan gambaran mengenai pentingnya ketelitian, komunikasi, serta sikap profesional dalam pelaksanaan tugas di bidang Pembimbingan Kemasyarakatan.


Setelah kegiatan selesai, data dan informasi yang telah diperoleh akan diolah dan disusun secara cermat sebagai bagian dari penyusunan laporan Litmas. Proses tersebut dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan dan prosedur yang berlaku.


Kegiatan Litmas di Lapas Sragen berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Bapas Kelas I Surakarta terus menjalankan tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi peserta MagangHub untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan Pemasyarakatan


Bapas Surakarta Ikuti Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kemenimipas Secara Virtual


Surakarta, 14 September 2026 – Bapas Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) secara virtual pada Senin (14/9). Kegiatan berlangsung di Aula Bapas Kelas I Surakarta dan diikuti oleh sejumlah pegawai serta peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).


Pengarahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan untuk mendukung pelaksanaan Rapat Koordinasi Kemenimipas. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan agar pelaksanaan rapat koordinasi secara virtual dapat berjalan dengan tertib dan lancar.


Dalam pengarahan disampaikan sejumlah hal berkaitan dengan kesiapan teknis serta koordinasi antar pihak yang terlibat. Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan kegiatan dapat terpenuhi dan seluruh rangkaian pelaksanaan rapat koordinasi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


Selain aspek teknis, koordinasi juga menjadi perhatian dalam persiapan kegiatan. Setiap unsur yang terlibat perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung secara terarah. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan bersama sebelum Rapat Koordinasi Kemenimipas dilaksanakan.


Peserta MagangHub Kemnaker yang hadir di Aula Bapas Kelas I Surakarta turut mengikuti pengarahan bersama jajaran pegawai. Keterlibatan peserta magang dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman mengenai proses persiapan kegiatan kedinasan, khususnya dalam hal koordinasi dan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan secara virtual.


Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan menunjukkan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan. Berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan juga perlu dipersiapkan secara optimal melalui koordinasi antarpegawai dan pihak terkait.


Dengan adanya pengarahan ini, Bapas Kelas I Surakarta berupaya memastikan dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Kemenimipas dapat dipersiapkan dengan baik. Persiapan yang dilakukan secara terkoordinasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


Peserta Magang Turut Dukung Pelaksanaan Piket Layanan di Bapas Kelas I Surakarta

Surakarta, 11 September 2026 – Peserta magang turut mendukung pelaksanaan piket layanan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta pada Jumat (11/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional perkantoran serta memberikan pelayanan yang tertib dan kondusif kepada masyarakat dan Klien Pemasyarakatan.


Pelaksanaan piket melibatkan pegawai Bapas bersama peserta magang yang berasal dari program Maganghub, UIN, dan UNS. Dalam kegiatan tersebut, peserta magang turut membantu berbagai kebutuhan operasional perkantoran sesuai dengan pembagian tugas dan arahan petugas piket.


Selain mendukung kebutuhan operasional, petugas piket memastikan pelayanan kepada masyarakat dan Klien Pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik. Peserta magang turut berkontribusi dalam membantu kelancaran proses administrasi dan pelayanan selama jam kerja berlangsung, termasuk mendukung pelayanan bagi Klien Pemasyarakatan yang melaksanakan kewajiban pelaporan.


Kegiatan piket dilaksanakan melalui koordinasi dan komunikasi antara pegawai dan peserta magang sehingga seluruh rangkaian pelayanan dapat berjalan secara tertib dan lancar. Keterlibatan peserta magang juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pelayanan publik sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan di lingkungan Bapas.


Melalui pelaksanaan piket secara konsisten dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Bapas Kelas I Surakarta terus berupaya menjaga kualitas pelayanan publik serta memastikan kebutuhan masyarakat dan Klien Pemasyarakatan dapat terlayani secara efektif, optimal, dan responsif.

Sunday, September 13, 2026

Bapas Surakarta Ikuti Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kemenimipas




Surakarta, 14 September 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta mengikuti kegiatan Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) secara virtual. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga September 2026.


Dalam arahannya, Mashudi menyampaikan sejumlah hal strategis yang perlu dipersiapkan oleh jajaran pemasyarakatan, khususnya dalam menghadapi pelaksanaan rapat koordinasi. Ia menekankan pentingnya kesiapan setiap jajaran dalam menyusun bahan pembahasan serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi bersama.


“Rapat koordinasi ini harus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi persoalan, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan,” ujar Mashudi dalam arahannya.


Dalam kegiatan tersebut, seluruh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) beserta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dibagi ke dalam dua kelompok pembahasan. Pembagian kelompok tersebut dimaksudkan untuk memfokuskan pembahasan pada isu-isu strategis yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemasyarakatan.


Kelompok pertama mengangkat tema “Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik Pemasyarakatan” dengan Ketua Kelompok Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Kelompok ini akan membahas berbagai upaya penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas pelayanan publik agar semakin efektif, transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, kelompok kedua mengangkat tema “Kesiapan Implementasi KUHP dan KUHAP dalam Penyelenggaraan Pemasyarakatan” dengan Ketua Kelompok Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur. Pembahasan diarahkan pada kesiapan jajaran pemasyarakatan dalam menghadapi implementasi ketentuan hukum pidana dan hukum acara pidana yang baru serta implikasinya terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.


Mashudi menegaskan bahwa pembagian kelompok tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembahasan yang lebih terarah dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan oleh jajaran pemasyarakatan.


“Kita ingin setiap kelompok tidak hanya membahas persoalan, tetapi juga menghasilkan rumusan dan langkah tindak lanjut yang jelas. Dengan demikian, hasil rapat koordinasi nantinya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan,” tegasnya.